Share

RI Bakal Punya Kawasan Industri Net Zero di Sulawesi Tengah

Antara, Jurnalis · Senin 14 November 2022 07:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 320 2706797

BALI - Kawasan industri net zero bakal dibangun di Sulawesi Tengah. Realisasinya akan dilakukan melalui kerjasama PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan Envision AESC Group.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Envision AESC Group menandatangani Head of Agreement (HoA) di sela-sela kegiatan United Kingdom (UK)-Indonesia Business Lunch di Bali, Minggu (13/11).

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, penandatanganan HoA merupakan titik awal kerjasama kedua perusahaan untuk memulai suatu inisiatif dalam mengidentifikasi peluang proyek Kawasan Industri Net Zero di Indonesia.

Kolaborasi ini berpotensi untuk membangun Kawasan Industri Net Zero pertama di Sulawesi Tengah, termasuk bahan baterai hijau untuk melayani pasar global, mengembangkan pembangkit energi hijau, serta menyebarkan dan memanfaatkan solusi digital Net Zero yang komprehensif dari Envision Digital.

Baca Juga: Ancaman Perubahan Iklim, Prabowo Cerita Ada Keluarga Tidur dengan Air Laut Menggenang di Kamar

“Kementerian Investasi mendukung penuh pengembangan Kawasan Industri Net Zero ini. Yang perlu ditekankan, proyek ini harus bekerjasama dengan pengusaha lokal di daerah supaya dampak ekonomi dan nilai tambahnya langsung terasa,” katanya, di Bali, dikutip dari Antara, Senin (14/11/2022).

Bahlil menegaskan, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai target net zero emission dan hal tersebut memerlukan upaya konkret baik dari sisi pemerintah maupun pelaku usaha. Ia juga mendukung proyek pengembangan Kawasan Industri Net Zero di Indonesia yang sejalan dengan program energi hijau pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Luhut: Saya Sangat Percaya Diri Indonesia Bisa Mempercepat Transisi Energi

Lebih lanjut, ia juga menekankan kerja sama kedua negara ini juga merupakan tindaklanjut dari penandatanganan dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Investasi Inggris Lord Dominic Johnson pada bulan Oktober lalu di London, Inggris.

Namun, Bahlil menyampaikan bahwa yang terpenting dari kerja sama adalah bagaimana mewujudkan hal-hal yang telah disepakati bersama untuk melakukan kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

“Bagi kami penting bagaimana kita melakukan kolaborasi dengan memanfaatkan potensi masing- masing negara. Inggris punya teknologi dan kapital yang cukup, Indonesia punya sumber daya alam melimpah dan posisi geopolitik global yang strategis. Tinggal bagaimana kita tingkatkan kerja sama itu,” ujar Bahlil.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Trade Commissioner for Asia Pacific (Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik) Natalie Black menyatakan apresiasi terhadap Pemerintah Indonesia atas kerja ama yang telah dijalin dan keinginan Pemerintah Inggris untuk mendorong kolaborasi dua arah yang lebih kuat.

Kesempatan ini baru merupakan permulaan, dan kerja sama antara BNBR dengan Envision menunjukkan hal-hal yang dapat dilakukan bersama ke depannya di Asia Pasifik, khususnya Indonesia.

“Kami sangat serius dengan kerja sama ini, termasuk di dalamnya terkait transisi menuju energi terbarukan. Tahun ini kita telah membangun pondasi dan kerangka kerja sama, dan yang terpenting selanjutnya adalah aksi yang kita lakukan bersama,” ujar Natalie.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini