Share

Imunitas Bisnis Batu Bara Kuat untuk Lawan Pandemi Covid-19

Rizky Fauzan, MNC Portal · Kamis 17 November 2022 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 320 2709511 imunitas-bisnis-batu-bara-kuat-untuk-lawan-pandemi-covid-19-wTXX19gm9Q.jpg Bisnis Batu Bara di Tengah Covid-19 dan Resesi. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Dalam dunia pertambangan tidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi dunia sedang menghadapi penurunan mempengaruhi permintaan konsumen dari berbagai sektor. Namun demikian, bisnis batu bara masih jadi primadona di tengah pandemi Covid-19 yang menghantam dunia.

"Konsumen akan menjadi selektif dalam mengeluarkan uang, tetapi sektor energi sudah seperti kebutuhan pokok bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berperan penting agar ekonomi tetap berputar dan masih terjadi berlangsungnya konflik ketegangan antara Ukraina dan Rusia membuat banyak negara yang terdampak tidak dapat memenuhi kebutuhan energi mereka," kata Environment Engineer, PT Geo Mining Berkah, Desri Hanifah, dalam webinar "Facing The Challenges of Indonesia's Mining Industry in 2023" secara virtual, Kamis (17/11/2022).

Baca Juga: Ada Resesi di 2023, Begini Prospek Tambang Batu Bara

Meskipun begitu, lanjut Desti, pihaknya tetap optimis dan berupaya untuk bertahan juga berkembang dalam sektor bisnis energi tersebut. Karena permintaan ekspor cukup banyak dan selain itu juga akan mengembangkan batubara yang akan dijadikan DME alias gasifikasi batu bara Dimethyl Ether.

Selain itu, mengenai prediksi harga batu bara tahun depan kemungkinan masih stabil karena mengingat kebutuhan energi yang besar dan juga merupakan salah satu komoditi konsumtif.

Baca Juga: Cadangan Batu Bara MNC Energy Investments (IATA) Meningkat Jadi 332 Juta MT

"Dampak yang akan dirasakan sektor pertambangan mungkin akan terdampak tetapi secara imunitas sektor pertambangan ini memiliki imunitas lebih tinggi daripada sektor lainnya yang lebih rentan," katanya.

DME merupakan salah satu jenis alternatif bahan bakar pengganti LPG. Mengutip situs Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), karakteristik DME memiliki kemiripan dengan komponen LPG, yakni terdiri atas propan dan butana, sehingga penanganan DME dapat diterapkan sesuai LPG.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

DME berasal dari berbagai sumber, baik bahan bakar fosil maupun yang dapat diperbarui. DME adalah senyawa bening yang tidak berwarna, ramah lingkungan dan tidak beracun, tidak merusak ozon, tidak menghasilkan particulate matter (PM) dan NOx, tidak mengandung sulfur, mempunyai nyala api biru, memiliki berat jenis 0,74 pada 60/60oF.

DME pada kondisi ruang yaitu 250C dan 1 atm berupa senyawa stabil berbentuk uap dengan tekanan uap jenuh sebesar 120 psig (8,16 atm). DME ini mempunyai kesetaraan energi dengan LPG berkisar 1,56-1,76 dengan nilai kalor DME sebesar 30,5 dan LPG 50,56 MJ/kg.

Pada awalnya DME digunakan sebagai sebagai solvent, aerosol propellant, dan refrigerant. Namun saat ini, DME sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, rumah tangga, dan genset.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini