Share

Usai Umumkan PHK 1.300 Karyawan, CEO GoTo Menangis

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Jum'at 18 November 2022 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 320 2710321 usai-umumkan-phk-1-300-karyawan-ceo-goto-menangis-6RArv3cy1r.JPG Ilustrasi GoTo. (Foto: Gojek)

JAKARTA - Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) 1.300 karyawan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ternyata menjadi kesedihan mendalam untuk para CEO.

Di mana salah satu karyawan GoTo mengungkapkan kalau dalam suasana pengumuman PHK tersebut, CEO GoTo Andre Soelistyo, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dan COO Tokopedia Melissa Siska Juminto tak bisa menahan air matanya.

Hal itu terungkap saat Okezone bertanya kepada karyawan tersebut apakah para CEO menangis saat mengumumkan kabar itu, dan dia pun langsung membenarkannya.

 BACA JUGA:Melantai di Bursa, CEO GOTO: Semoga Harga Saham Terus Meningkat

"Iya betul, karena memang situasinya seperti itu," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (18/11/2022).

Adapun karyawan ini mengaku tengah khawatir apakah akan masuk ke dalam daftar yang diberhentikan atau tidak.

"Aku pun lagi degdegan, apakah nanti dapat email juga atau engga," katanya.

Namun, saat ditanya lebih lanjut oleh Okezone, karyawan ini tak bisa membeberkan hal-hal lainnya.

Sebagai informasi, GoTo memastikan perusahaan akan memberikan kompensasi sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan harapan dapat mendukung karyawan yang terdampak.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

"Perusahaan berkomitmen untuk memberi dukungan yang komprehensif selama masa transisi karena mereka telah bekerja keras dan memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan," kata manajemen GOTO dalam keterangannya.

Perseroan memaparkan akan memberikan sejumlah dukungan finansial yakni berupa tambahan satu bulan gaji, ditambah kompensasi pengganti periode pemberitahuan.

Untuk melindungi nasib pekerja pasca-PHK, GOTO menyatakan akan memberikan layanan konseling karir, keuangan, dan psikologi yang akan tersedia sampai akhir Mei 2023.

Perseroan menyebut karyawan terdampak berhak memiliki laptop tersebut, untuk mengakses berbagai program pelatihan, dan akan bergabung ke direktori alumni perusahaan.

Manajemen memastikan keputusan pemecatan ini tidak mengganggu jalannya operasional perusahaan, baik kepada konsumen, mitra pengemudi, maupun pedagang.

"Keputusan sulit ini tidak dapat dihindari supaya perusahaan lebih agile dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini