Share

8 Fakta GoTo PHK Massal, 1.300 Karyawan Dapat Kompensasi hingga CEO Menangis

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Jum'at 18 November 2022 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 320 2710396 8-fakta-goto-phk-massal-1-300-karyawan-dapat-kompensasi-hingga-ceo-menangis-8ubE6fzA1R.JPG GoTo PHK 1.300 karyawan. (Foto: GoTo)

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi melakukan pemutusan hubungn kerja (PHK) kepada 1.300 karyawannya.

“GoTo harus fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan. Hal ini termasuk mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sejumlah 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap Grup GoTo,” tulis pernyataan resmi GoTo Gojek Tokopedia, Jakarta, Jumat (18/11/2022).

 BACA JUGA:Saham GoTo Menguat Hampir 4% Usai PHK 1.300 Karyawan

Dirangkum Okezone Jumat (18/11/2022), berikut fakta menarik terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh GoTo kepada 1.300 karyawannya, sebagai berikut:

1. Alasan Karyawan di PHK

Sekretaris Perusahaan GOTO, R A Koesoemohadiani mengatakan langkah ini merupakan bagian dari efisiensi beban perseroan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.

Dia juga mengatakan perusahaan telah menyampaikan hal ini kepada karyawan.

"Perseroan harus mengambil keputusan yang sulit untuk melakukan perampingan karyawan yang akan berdampak kepada 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap grup GoTo," kata Diani pagi ini.

Perusahaan menyebut keputusan PHK tidak dapat dihindari demi bertahan dan menjaga proses pertumbuhan.

2. Saham GoTo Naik

Saham GOTO pada penutupan hari ini melesat naik 3,37%.

Di mana kini harga saham GoTo berada di angka Rp222 per lembar.

Adapun saham GoTo sempat menyentuh Rp416 pada awal listing April 2022 lalu.

Kenaikan saham ini pun terjadi setelah pengumuman resmi soal PHK 1.300 karyawan mereka.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

3. Langkah Strategis GoTo

GoTo menyampaikan langkah-langkah strategis dalam mendorong percepatan kemandirian finansial, sehingga perusahaan dapat terus memberi dampak positif bagi jutaan konsumen, mitra pengemudi dan pedagang di ekosistem GoTo, melalui pertumbuhan yang sehat dan berkesinambungan.

Kemudian, perusahaan juga menyebut kalau hal ini sebagai upaya efisiensi tersebut dilakukan untuk jauh bernavigasi di tengah kondisi ekonomi global yang semakin penuh tantangan.

4. Karyawan Dapat Pesangon

Diani memastikan pekerja akan memperoleh kompensasi pesangon yang sesuai dengan regulasi.

"GoTo juga memberikan sejumlah dukungan finansial, antara lain berupa tambahan satu bulan gaji, Serta kompensasi pengganti periode pemberitahuan (notice in-lieu)," ucapnya.

Menyusul pemecatan ini, GoTo juga bakal memberikan dukungan pencarian kerja serta layanan konseling sampai akhir Mei 2023.

Adapun karyawan terdampak berhak memiliki laptop yang saat ini mereka gunakan, mengakses berbagai program pelatihan, serta dapat bergabung ke direktori alumni GoTo.

5. Layanan Konseling yang Akan Diberikan

Perseroan memaparkan akan memberikan sejumlah dukungan finansial yakni berupa tambahan satu bulan gaji, ditambah kompensasi pengganti periode pemberitahuan.

Untuk melindungi nasib pekerja pasca-PHK, GOTO menyatakan akan memberikan layanan konseling karir, keuangan, dan psikologi yang akan tersedia sampai akhir Mei 2023.

6. Pemberian Fasilitas Kepada Karyawan Terdampak

Demikian juga fasilitas laptop yang digunakan karyawan saat ini. Perseroan menyebut karyawan terdampak berhak memiliki laptop tersebut, untuk mengakses berbagai program pelatihan, dan akan bergabung ke direktori alumni perusahaan.

Manajemen memastikan keputusan pemecatan ini tidak mengganggu jalannya operasional perusahaan, baik kepada konsumen, mitra pengemudi, maupun pedagang.

"Keputusan sulit ini tidak dapat dihindari supaya perusahaan lebih agile dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan," pungkasnya.

7. CEO GoTo Menangis

Salah satu karyawan GoTo mengungkapkan kalau dalam suasana pengumuman PHK tersebut, CEO GoTo Andre Soelistyo, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dan COO Tokopedia Melissa Siska Juminto tak bisa menahan air matanya.

Hal itu terungkap saat Okezone bertanya kepada karyawan tersebut apakah para CEO menangis saat mengumumkan kabar itu, dan dia pun langsung membenarkannya.

"Iya betul, karena memang situasinya seperti itu," ujarnya saat dihubungi Okezone.

8. Karyawan Akui Khawatir

Adapun karyawan ini mengaku tengah khawatir apakah akan masuk ke dalam daftar yang diberhentikan atau tidak.

"Aku pun lagi degdegan, apakah nanti dapat email juga atau engga," katanya.

Namun, saat ditanya lebih lanjut oleh Okezone, karyawan ini tak bisa membeberkan hal-hal lainnya.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini