Share

Ekonomi RI Tumbuh 5,7%, Jokowi: Kita yang Terbaik

Antara, Jurnalis · Senin 21 November 2022 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 320 2711593 ekonomi-ri-tumbuh-5-7-jokowi-kita-yang-terbaik-YgGEzUUwwJ.JPG Presiden Jokowi. (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kalau kondisi ekonomi Indonesia lebih baik dibanding negara lain.

“Ekonomi kita bagus. Di antara negara-negara G20 kita termasuk yang terbaik. Ini membangun kepercayaan dari sana. Pas kita sebagai Ketua G20 menyelenggarakan KTT G20 di Bali, pas ekonomi kita di kuartal ketiga di angka 5,72%. Coba dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnya. Inflasi kita juga berada pada kendali, bisa kita kendalikan juga pada posisi yang masih sangat baik yaitu di angka 5,7%. Hal hal seperti ini yang menumbuhkan kepercayaan global terhadap kita,” ujarnya dikutip Antara, Senin (21/11/2022).

Menurutnya, hal ini karena kepercayaan yang ada memudahkan Indonesia dalam menawarkan investasi.

Maka dari itu Indonesia harus mempertahankan dan meningkatkan angka-angka yang sudah baik itu, dengan tetap mewaspadai landskap ekonomi global yang bisa berimbas pada perekonomian nasional.

“Apa yang ingin saya ingatkan, bahwa itu sebuah kepercayaan yang tidak mudah kita peroleh. Kalau kita sebagai pengusaha juga yang kita bangun adalah sebuah kepercayaan orang terhadap kita. Ini juga sebagai negara kita membangun kepercayaan internasional, global, kepercayaan negara-negara lain terhadap Indonesia,” katanya.

Diketahui, baru-baru ini Indonesia menyelesaikan Presidensi G20 di Bali.

Bagi Jokowi, acara ini adalah amanat dan sebuah kehormatan besar dan Indonesia saat ini betul-betul berada di puncak kepemimpinan global, karena sekaligus sebagai Ketua ASEAN.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian, dia pun menyoroti soal dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memberikan banyak dampak ke berbagai sektor.

Dikutip Antara, Jokowi juga menyampaikan kalau neraca perdagangan Indonesia selama 30 bulan berturut-turut selalu surplus. Sementara di negara lain hal serupa tidak terjadi.

“Sekarang ini urusan yang namanya BBM saja, pusing semuanya. Urusan yang namanya pangan kekurangan semuanya. Ini semua negara, kenaikan bisa 30%, bisa 40%, bisa 50%. Ini stabilitas harga kita masih bisa kita pertahankan, ini lah yang harus kita sampaikan agar kita optimis tetapi harus tetap hati hati dan harus tetap waspada,” tegasnya.

Dia pun langsung meminta kepada jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju untuk berhati-hati dalam membuat kebijakan di tengah situasi krisis global yang terjadi saat ini.

“Hati-hati membuat kebijakan, begitu salah sedikit bisa berdarah-darah dan itu sudah ada contohnya. Saya kira saudara-saudara tahu. Inggris salah sedikit kebijakan, salah membuat policy hasilnya bisa ke mana-mana. Ini lah yang kita tidak mau. Saya selalu berpesan kepada seluruh menteri, hati-hati membuat kebijakan dalam posisi yang sangat rentan seperti ini,” pintanya.

Hal itu karena setiap kebijakan yang diambil berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

Terakhir, Jokowi juga mengungkapkan alasan sering meninjau pasar-pasar dalam berbagai kesempatan kunjungan di daerah, yakni agar dapat membuat kebijakan yang tepat.

“Kenapa setiap hari, hampir setiap minggu, saya masuk ke pasar-pasar. Baru saja tadi pagi saya juga masuk ke pasar di Boyolali, saya cek harga-harga yang naik apa, harga yang stabil apa. Supaya kita dapat feeling-nya. Jangan keliru kita membuat kebijakan,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini