Share

Tak Setuju UMP 2023 Naik Maksimal 10%, Pengusaha Singgung Daya Beli

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Selasa 22 November 2022 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 320 2712431 tak-setuju-ump-2023-naik-maksimal-10-pengusaha-singgung-daya-beli-Ol6dVN5jFY.JPG UMP 2023. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kalau kenaikan upah minimum 2023 maksimal 10% seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) cukup memberatkan.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Apindo, Anton J Supit menyebut hal itu dikarenakan permintaan barang dari pasar global atau ekspor mengalami hambatan.

Sehingga banyak produk yang mengendap digunakan dan gagal dipasarkan.

"Dasarnya memang menurun permintaan luar negeri menurun kita tidak bisa paksakan, ada temuan pabrik sepatu sudah selesai sepatunya tujuan ekspor, buyers suruh tahan digudang kita karena gudang dia juga penuh," kata Anton dalam Market Review IDX Channel, Selasa (22/11/2022).

 BACA JUGA:UMP 2023 Belum Diumumkan, Buruh Minta Diajak Diskusi

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat dan menjaga daya beli masyarakat dalam negeri ketika barang ekspor tidak terserap.

Salah satunya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat sebagai jaring pengaman sosial.

Sehingga PHK bisa terhindarkan oleh pengusaha ketika produk-produk yang dihasilkan bisa terserap oleh pasar lokal dan tidak terjadi penumpukan barang di gudang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Pemerintah mau mempertahankan pekerja, harus ada tindakan nyata, misalnya meningkatkan daya beli," sambungnya.

Dia menegaskan bahwa bukan tugas pengusaha untuk menjaga daya beli masyarakat melalui pembayaran upah yang dinaikan.

Namun perlu adanya sebuah instrumen kebijakan fiskal dari pemerintah.

"Daya beli buruh turun, disuruh pengusaha yang tanggung, itu tidak adil, kenapa hanya buruh, bagaimana petani, nelayan dan informal worker bagaimana," ucapnya.

"Misal di Amerika pemerintah memberikan support dana USD600-USD700 termasuk kepada homeless, di belanda keponakan saya cerita, bulan November dan Desember pemerintah memberikan subsidi 190 euro perbulan untuk menghadapi kenaikan harga energi," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini