Share

Dirut Bulog Buka-bukaan soal Rencana Impor Beras Premium

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 320 2713497 dirut-bulog-buka-bukaan-soal-rencana-impor-beras-premium-N6muVLwG91.jpg Ilustrasi beras. (Foto: MPI)

JAKARTA - Perum Bulog akan melakukan impor beras premium dalam waktu dekat ini.

 

Langkah tersebut menyusul rendahnya serapan beras yang dilakukan BUMN pangan tersebut.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso atau Buwas mengatakan keputusan impor beras premium sudah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas bersama dengan Kementerian Perdagangan, Kemenko Perekonomian dan sejumlah Kementerian terkait.

Dia mencatat, impor tersebut dilakukan setelah serapan beras dalam negeri tidak lagi tersedia. Sementara, Bulog harus menyediakan kebutuhan komoditas primer bagi masyarakat untuk jangka waktu tertentu.

 BACA JUGA:Bulog Beli Kedelai dari 3 Importir, DPR Endus Dugaan Kartel

"Alternatif mana kalah bila ini tidak bisa terpenuhi dari dalam negeri, maka kita supply (impor) dari luar," ujarnya Rabu (23/11/2022).

Meski sudah mengantongi izin impor dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, Buwas enggan menyebut negara mana saja yang masuk dalam daftar negara pengimpor beras ke Indonesia untuk tahun ini, termasuk jumlah beras yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan impornya.

Buwas hanya merinci ada beberapa negara yang tercatat mampu memenuhi kebutuhan beras dalam negeri sebanyak 500.000 ton. Negara yang dimaksud adalah Thailand, Pakistan, Myanmar, Vietnam, ada beberapa negara lain.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hanya saja negara tetangga tersebut memiliki kebijakan pembatasan ekspor beras ke negara lain.

Sehingga, belum pasti akan menjadi supplier Indonesia.

"Ada beberapa negara yang memproduksi beras, Thailand, Pakistan, Myanmar, Vietnam, ada beberapa negara yang secara kebijakan negara-negara itu tidak mudah mengekspor, artinya kita membeli dari negara itu, karena beberapa negara membatasi. Ini bagaimana peran Bulog untuk kita bisa intervensi ke sana sehingga mereka mau, memberikan stok kepada kita," jelasnya.

Kebijakan impor beras premium pun dilakukan setelah Kementerian Pertanian (Kementan) tidak mampu menyediakan 600.000 ton beras untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada Bulog. Padahal, pihak Kementan sudah menjanjikan sebelumnya.

"Satu bulan lalu sudah disanggupi (beras) akan menyuplai beras untuk CBP itu sebanyak 600.000 ton, tapi sampai hari ini tdk ada realisasinya. Dalam keputusan rakortas, alternatif untuk ketahanan pangan dan ketersediaan bukan maunya Bulog, Bulog ini berdasarkan penugasan, keputusan rakortas dan itu sudah dipertimbangkan segala macem," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini