Share

Pelaku Pencurian 500 Ton Beras Kepala Gudang, Buwas: Langsung Saya Copot!

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 320 2713533 pelaku-pencurian-500-ton-beras-kepala-gudang-buwas-langsung-saya-copot-hUpT7ZppT8.JPG Beras. (Foto: MPI)

JAKARTA - Perum Bulog mengungkapkan bahwa Kepala Gudang Bulog di Pinrang, Sulawesi Selatan adalah pelaku pencurian beras 500 ton.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pun tak segan-segan akan memecat pelaku dari jabatanya.

Saat ini Kepolisian Resor Pinrang masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap lima saksi, termasuk Kepala Gudang, terkait hilangnya 500 ton beras di gudang Bulog Bittoeng, Lampa, Pekkabata.

"(Pelaku) Kepala gudang, sudah, saya gak main-main itu, langsung copot. Itu sudah melibatkan Bulog, oknum Bulog, Kepala Gudang, nanti dipecat, harus," ujar Buwas saat ditemui wartawan di kawasan gedung DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Dia mencatat 500 ton beras tersebut merupakan hasil penjajakan Bulog dengan petani.

 BACA JUGA:Dirut Bulog Buka-bukaan soal Rencana Impor Beras Premium

Namun, komoditas primer yang nantinya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat justru raib oleh oknum internal Bulog di kawasan tersebut.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Berdasarkan keterangan sementara, lanjut Buwas, para pelaku mengambil 500 ton beras untuk dipinjamkan kepada mitra atau pihak lain. Hanya saja tidak ada kejelasan mitra yang dimaksud.

"Sementara ini dipinjampakaikan. Kerja sama dengan mitra. Kita belum tahu, makanya sekarang dalam penanganan, tapi yakin itu pasti selesai," katanya.

"Itu pasti ditangani kita, itu ditangani juga sama kepolisian, jadi yang 500 ton itu, ini kan baru kita penjajakan, diambil keterangan dari internal kita, katanya ini dipinjamkan," ucap dia.

Dirinya terus mendorong agar kejadian tersebut diproses secara hukum. Sebab, perilaku pencurian adalah praktik pidana

"Apapun namanya, itu akan dipertanggungjawabkan secara hukum. Nah kalau dipinjamkan, dipinjamkan ke siapa? Dia harus segera mengembalikan yang 500 ton itu. Ini sedang ditangani. Tapi kita sudah menyiapkan itu untuk ditangani secara hukum. Karena itu dipidana," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini