Share

Harga Minyak Dunia Turun, Pasar Amati Rencana G7 Batasi Rusia

Dinar Fitra Maghiszha, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 320 2713816 harga-minyak-dunia-turun-pasar-amati-rencana-g70-batasi-rusia-ovald8bytH.jpg Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak melemah hari ini Kamis (24/11/2022), melanjutkan koreksi dari sesi sebelumnya. Pasar minyak tengah mencermati dampak dari rencana negara-negara G7 untuk membatasi harga minyak Rusia dengan kisaran yang lebih tinggi.

Data perdagangan hingga pukul 10:01 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Januari 2023 koreksi 0,09% di USD85,33 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari merosot 0,5% sebesar USD77,59 per barel.

Secara historis, kedua kontrak utama tersebut anjlok lebih dari 3% pada Rabu kemarin (23/11) di tengah berita bahwa batas harga yang direncanakan G7 atas sanksi terhadap Rusia dapat berada di atas level pasar saat ini.

G7 melihat batas atas minyak lintas laut Rusia di kisaran USD65-USD70/barel, menurut seorang pejabat Eropa, meskipun belum ada pernyataan resmi dari otoritas Uni Eropa mengenai masalah ini.

Analis melihat, kisaran tersebut akan lebih tinggi dari perkiraan pasar, kata analis komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar dalam sebuah laporan. Hal itu, terangnya, akan mengurangi risiko gangguan pasokan global.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Jika UE menyetujui batas harga minyak USD65-USD70/bbl minggu ini, kami melihat perkiraan harga minyak kami sebesar USD95 per barel kuartal ini," kata Dhar, dilansir Reuters, Kamis (24/11/2022).

Sampai saat ini, harga minyak masih berada di bawah tekanan setetlah Badan Administrasi Informasi Energi ((EIA) mengatakan ada peningkatan persediaan bensin dan sulingan di Amerika Serikat. Kenaikan stok membawa relaksasi bagi pasar yang sempat mengkhawatirkan ada pengetatan kebijakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini