Share

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Ditopang Rencana Sanksi ke Rusia

Dinar Fitra Maghiszha, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 320 2713015 harga-minyak-dunia-naik-lagi-ditopang-rencana-sanksi-ke-rusia-ZgY7VJIfXs.jpg Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak mentah menguat pagi ini Rabu (23/11/2022) terdongkrak sentimen data industri minyak Amerika Serikat yang menunjukkan adanya penurunan stok pada pekan lalu. Pasar juga mengamati perkembangan terbaru terkait cadangan minyak Rusia terutama menjelang pemberlakuan sanksi.

Data perdagangan Intercontinental Exchange (ICE) hingga pukul 09:29 WIB, mencatat harga minyak kontrak Januari 2023 tumbuh 0,11% di USD88,46 per barel. Adapun West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari turun 0,21% sebesar USD81,12 per barel.

AS baru saja mengumumkan penurunan persediaan minyak mentah sekitar 4,8 juta barel pekan lalu per 18 November, sebagaiama tersaji dalam data dari American Petroleum Institute (API). Namun, data API menunjukkan stok sulingan, yang meliputi minyak pemanas dan bahan bakar jet, naik sekitar 1,1 juta barel, jauh melebihi ekspektasi analis yang sebelumnya memproyeksikan penurunan 600.000 barel.

Pasar masih mengikuti perkembangan krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang menyeret poros kekuangan global, seperti negara-negara kelompok G7 dan Uni Eropa yang bakal menerapkan sanksi terhadap minyak Rusia pada awal Desember mendatang.

Analis menilai ketidakpastian ihwal bagaimana respons Rusia menanggapi sanksi tersebut akan menjadi perangsang harga minyak. Kendati kebijakan pembatasan harga minyak Rusia masih belum diumumkan, namun sanksi ini tetap akan berlaku mulai 5 Desember 2022, serta berpotensi akan disesuaikan beberapa tahap dalam setahun ke depan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Pedagang memantau dengan cermat nilai ekspor Rusia dan akan mencari tahu seberapa banyak mereka dapat memangkas penjualan luar negeri sebagai pembalasan ke Eropa," kata Stephen Innes, seorang analis SPI Asset Management, dilansir Reuters, Rabu (23/11/2022).

Sebelumnya, kedua kontrak patokan minyak menguat 1% merespons komentar Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak dan Aljazair yang memperkuat pernyataan menteri energi Arab Saudi bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+, tidak mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi minyak. Ke depan OPEC+ dijadwalkan bertemu untuk meninjau produksi pada 4 Desember mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini