Share

Buwas Curhat Ditolak Pengusaha Beras Besar

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 320 2713889 buwas-curhat-ditolak-pengusaha-beras-besar-hur9mBnQki.jpg Buwas Curhat Ditolak Perusahaan Swasta untuk Pasok Beras ke Gudang Bulog. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengungkapkan bahwa negosiasi dirinya dengan sejumlah produsen beras swasta ditolak untuk memasok beras ke gudang Bulog.

Buwas mengatakan, perusahaan beras swasta dalam negeri menolak memasok beras ke Bulog, meski harga yang ditawarkan berdasarkan harga komersial atau pasar. Penolakan tersebut, kata Buwas karena swasta harus memenuhi kebutuhan pasarnya sendiri.

"Saya sudah mencoba pendekatan ke pengusaha-pengusaha beras besar. Mereka juga tidak bersedia untuk memberikan kepada kita dengan harga komersil, karena mereka harus menjaga suplai-nya untuk pasar mereka. Janji ini yang fakta di lapangan," ungkap Buwas saat ditemui di Gedung DPR, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: Dirut Bulog Tagih Janji Kementan soal Beras 500 Ribu Ton

Bulog masih berupaya mengambil langkah strategis di saat serapan beras perusahaan rendah atau baru mencapai 594.856 ton.

Adapun rincian stok beras Bulog per 22 November 2022 di antaranya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 426.573 ton atau sekitar 71,71%. Sementara, stok komersial mencapai 168,283 ton atau setara 28,29 persen dari total stok yang tersimpan.

Lantaran menipis, Bulog berencana mengimpor beras dari beberapa negara.

Buwas mengatakan keputusan impor beras sudah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama dengan Kementerian Perdagangan, Kemenko Perekonomian dan sejumlah Kementerian terkait.

Baca Juga: Pelaku Pencurian 500 Ton Beras Kepala Gudang, Buwas: Langsung Saya Copot!

Dia mencatat, impor tersebut dilakukan setelah serapan beras dalam negeri tidak lagi tersedia. Sementara, Bulog harus menyediakan kebutuhan komoditas primer bagi masyarakat untuk jangka waktu tertentu.

"Jadi bukan kita tidak berpihak pada petani, justru saya sangat berpihak pada petani. Buktinya 4 tahun terakhir Bulog itu CBP-nya dari dalam negeri, tidak pernah kita impor karena barangnya ada walau harga mahal, kita tetap beli," ucap dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Meski sudah mengantongi izin impor, Buwas enggan menyebut negara mana saja yang masuk dalam daftar negara pengimpor beras ke Indonesia untuk tahun ini, termasuk jumlah beras yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan impornya.

Buwas hanya merinci ada beberapa negara yang tercatat mampu memenuhi kebutuhan beras dalam negeri sebanyak 500.000 ton. Negara yang dimaksud adalah Thailand, Pakistan, Myanmar, Vietnam, ada beberapa negara lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini