Perjuangannya tersebut dimulai ketika ibunya meninggal dunia saat ia masih sd dan kejadian itu juga mengubah ayahnya 180 derajat berbeda dengan sebelumnya.
Mulai sejak itulah dia menjalani masa-masa yang sangat berat sekaligus berusaha untuk mewujudkan impiannya untuk mendirikan Izakaya Toyo.
Untuk mewujudkan impiannya tersebut, Toyo berusaha dengan bekerja keras untuk mengumpulkan uang dan pada akhirnya ia berhasil mengumpulkannya.
Namun begitu, tiba-tiba kendala muncul, alhasil sebagian untuk tersebut terpaksa digunakan untuk keperluan lainnya yaitu untuk upacara kematian ayahnya.
Tentunya dengan keadaan tersebut dia terpaksa mendirikan Izakaya Toyo dengan bermodal sedikit sekitar 4.000.000 yen.
Pada awal pendirian kedainya tersebut dia merasa kurang percaya diri untuk mengelola usahanya, namun begitu dia tetap bertahan dan akhirnya bisa mencapai kesuksesannya saat ini.
Moto yang selalu dipegang Toyo dalam menjalani usaha ini adalah Jangan jadi ekor banteng, Jadilah kepala ayam. Moto inilah yang membuat Toyo memilih untuk menjalani usaha kedainya ini walaupun hanya dalam bentuk food truck saja.
Selain itu tekadnya yang selalu semangat dan pantang menyerah yang berhasil membuatnya bisa mencapai dititik ini.
(Zuhirna Wulan Dilla)