Share

Luhut Berhasil Rayu Produsen Baterai Kendaraan Listrik China Investasi Rp550 Triliun di Indonesia

Heri Purnomo, MNC Portal · Rabu 30 November 2022 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 320 2717637 luhut-berhasil-rayu-produsen-baterai-kendaraan-listrik-china-investasi-rp550-triliun-di-indonesia-NS891QFmN4.jpg Luhut Berhasil Rayu Produsen Baterai Kendaraan Listrik. (Foto: Okezone.com/Marves)

JAKARTA - Produsen baterai kendaraan listrik asal China, CATL berkomitmen melakukan investasi di Indonesia sebesar USD25 miliar atau setara Rp550,47 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Luhut mengatakan, pihak CATL ingin berinvestasi untuk membangun sebuah ekosistem baterai lithiun untuk kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga: Investasi dan Potensi Bisnis Industri Pulp dan Kertas RI Prospektif

"Tadi siang saya makan sama yang punya CATL, Robin dan partneenya Roy. Market capnya kira-kira USD200 miliar, weltnya dia USD50 miliar. Kita makan di restoran Jepang berenam, dia bilang mau investasi di Indonesia," kata Luhut di acara Wealth Wisdom 2022 di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: Kunjungi Mal Pelayanan Publik Jakarta, Kamboja Belajar Layanan Antar Jemput Izin Bermotor

"Kenapa kau mau investasi di Indonesia? Dia bilang Indonesia itu potensinya sangat bagus untuk dimasuki sekarang. Dan dia mau bangun ekosistem baterai lithium untuk kendaraan listrik," tambahnya.

Luhut menilai, pihak CATL serius untuk berinvestasi di Indonesia. Dia mengatakan bahwa dalam satu bulan terakhir ini pihak CATL sudah berkunjung beberapa kali ke Indonesia dan sudah bertemu Presiden.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Atas dasar tersebut Luhut pun meminta pihak CATL untuk mempresentasikan paparannya pada Kamis di kantor Kemenko Marves.

"Dia akan paparan ke kami, Kamis. Sampai deal-dealan kami, oke deal-nya ya USD35 miliar tadi," kata Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini