Share

Harga Emas Dunia Jatuh Usai Pidato The Fed

Antara, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 320 2718274 harga-emas-dunia-jatuh-usai-pidato-the-fed-FHHVbafG4Q.JPG Emas. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas merosot pada akhir perdagangan Kamis (1/12/2022), berbalik melemah dari keuntungan sesi sebelumnya namun masih tetap bertahan di atas level psikologis 1.750 dolar AS.

Dikutip Antara, itu terjadi karena investor bereaksi terhadap pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Untuk kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD3,80 atau 0,22% menjadi ditutup pada USD1.759,90 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di USD1.779,00 dan terendah di USD1.758,21.

 BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Berikut Daftar 0,5 Gram-1 Kg

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 34,5 sen atau 1,61%, menjadi ditutup pada USD21,781 per ounce.

Platinum untuk pengiriman Januari naik USD30,70 atau 3,04%, menjadi ditutup pada USD1.039,30 per ounce.

Berbicara di Brookings Institution pada Rabu (30/11/2022), Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa Fed belum selesai menahan inflasi, tetapi laju kenaikan suku bunga dapat melambat segera setelah pertemuan Desember.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Dia mencatat The Fed belum melihat kemajuan yang jelas dalam memperlambat inflasi, menunjukkan lebih banyak kenaikan suku bunga yang akan datang. Ini memberi tekanan pada emas.

Data ekonomi yang dirilis Rabu (30/11/2022) bervariasi. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) riil AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,9% pada kuartal ketiga tahun 2022. Pada kuartal kedua, PDB riil turun 0,6%.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa ada 10,3 juta pekerjaan yang tersedia pada Oktober, turun dari hampir 10,7 juta pada September.

Serta National Association of Realtors melaporkan bahwa indeks penjualan rumah tertunda (pending home sales) AS turun 4,6% menjadi 77,1 pada Oktober, lebih baik dari penurunan 5,0% yang diperkirakan oleh para ekonom.

The Automated Data Processing Inc (ADP) melaporkan bahwa pemberi kerja swasta AS menambahkan 127.000 karyawan ke daftar gaji mereka pada November, turun dari 239.000 karyawan baru pada Oktober dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 190.000 tambahan untuk bulan tersebut.

Kemudian, Institute of Supply Management-Chicago melaporkan bahwa indeks manajer pembelian Chicago turun menjadi 37,2 poin pada November dari 45,20 poin pada Oktober, menandai kontraksi bulan ketiga berturut-turut. Ini juga merupakan pembacaan terendah sejak Mei 2020 dan jauh di bawah perkiraan pasar 47 poin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini