Share

4 Fakta Inflasi RI Paling Kecil di Antara Negara G20

Clara Amelia, Okezone · Sabtu 03 Desember 2022 03:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719543 4-fakta-inflasi-ri-paling-kecil-di-antara-negara-g20-qVE1cI7hai.jpg Inflasi RI paling rendah di antara negara G20 (Foto: Okezone)

JAKARTA – Inflasi Indonesia disebut-sebut yang paling rendah di antara negara G20 lainnya. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, inflasi Indonesia pada dasarnya lebih rendah dibandingkan negara-negara G20.

"Angka inflasi Indonesia lebih rendah dibandingkan sejumlah negara anggota G20," ujar Setianto dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2022.

Adapun inflasi pada November 2022 mencapai 5,42% year-on-year (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,85.

Berikut adalah fakta inflasi RI paling kecil di antara negara G20 yang dirangkum Sabtu (3/12/2022).

1. Inflasi November

BPS mengatakan bahwa melemahnya tekanan komponen harga bergejolak meredam inflasi tahunan. Setianto pun merincikan terkait komponen harga tersebut.

"Berdasarkan komponennya, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 13,01%. Ini lebih rendah dibandingkan Oktober 2022 sebesar 13,28%," ujar Setianto.

Dia mengatakan bahwa andil untuk komponen ini sebesar 2,30%.

Follow Berita Okezone di Google News

2. Pemicu Inflasi

Komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah komoditas bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, rokok, beras, telur ayam ras, tarif angkutan dalam kota.

"Ini komoditas penyumbang inflasi terbesar," tandas Setianto.

3. Capaian Positif

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, melambatnya laju inflasi menunjukkan stabilitas harga domestik yang tetap dapat dijaga di tengah tekanan inflasi global yang masih tinggi. Inflasi November lebih rendah dari prediksi yang dihitung di internal Kemenkeu.

"Ini merupakan hasil positif dari bauran kebijakan pengendalian inflasi, terutama komponen inflasi pangan. Keberhasilan tersebut dicapai melalui koordinasi antar otoritas terkait dalam upaya menjaga daya beli masyarakat yang perlu terus diperkuat untuk mendukung pemulihan ekonomi,” ujarnya.

4. Inflasi Negara G20

Setianto menyebut Amerika Serikat (AS) yang mengalami inflasi 7,75%, dan untuk inflasi bahan makanannya sebesar 12,44% serta inflasi energinya sebesar 17,63%.

Kemudian negara lain seperti Turki mengalami inflasi sebesar 85,51%, dimana inflasi untuk bahan makanannya untuk Turki sebesar 99,0% dan inflasi energinya 137,1%.

"Di Inggris mengalami inflasi sebesar 8,8%, dan untuk inflasi bahan makanannya sebesar 14,6% dan inflasi energinya 49,4%," ungkap Setianto.

Sementara itu, Jerman mengalami inflasi sebesar 10,39% dengan inflasi bahan makanan 19,15% dan inflasi energinya 43,60%. Korea Selatan mencatatkan inflasi 5,67% dengan inflasi bahan makanannya 7,54% dan inflasi energinya sebesar 16,66%.

"Negara Asia lainnya seperti Jepang mengalami inflasi sebesar 3,7%, dengan inflasi bahan makanan 6,44% dan inflasi energi 15,19%," pungkasnya.

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini