Share

Ada Ancaman Resesi, Bagaimana Proyeksi Pertumbuhan Properti di 2023?

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 470 2719328 ada-ancaman-resesi-bagaimana-proyeksi-pertumbuhan-properti-di-2023-TcyuL4FSpi.JPG Ilustrasi rumah. (Freepik)

JAKARTA - Knight Frank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan sektor properti akan relatif stabil pada 2023 mendatang.

Senior Research Advisor, Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, mengatakan hal itu didorong oleh situasi ekonomi global yang dinilai tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor properti di dalam negeri.

"Berdasarkan survei, 59% responden optimis pertumbuhan sektor properti akan relatif stabil untuk 2023. Kami juga menilai bahwa situasi ekonomi global tidak memberikan pengaruh besar pertumbuhan sektor properti di Indonesia," ujar Syarifah saat memberikan pemaparan property outlook 2023 di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Meski demikian, dia mengatakan bahwa terdapat beberapa potensi resiko yang patut diwaspadai oleh sektor properti di 2023.

Adapun salah satunya pesta pemilu yang mampu mengusik perkembangan sektor properti.

 BACA JUGA:Industri Properti 2023 Diprediksi Tetap Moncer di Tengah Ancaman Resesi

“Di tengah optimisme pasar dalam memproyeksikan stabilitas sektor properti untuk 2023 terkait isu resesi dan naiknya suku bunga, para responden juga mewaspadai berbagai potensi resiko yang bisa mengganggu perkembangan sektor properti, seperti dampak pandemi yang berkelanjutan, kenaikan inflasi, dan semakin dekatnya pemilu," papar Syarifah.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Di sisi lain, dia menerangkan beberapa subsektor properti yang diprediksi prospektif.

Di antaranya adalah rumah tapak (landed house), pergudangan modern, ritel, hotel, dan villa resor. Sementara untuk subsektor perkantoran dinilai masih stagnan dan apartemen strata cenderung melemah.

Syarifah menuturkan, dalam survey yang dilakukan oleh Knight Frank Indonesia, hal yang menjadi sorotan di tahun depan adalah daerah Jabodetabek masih menjadi kawasan yang prospektif untuk investasi sektor properti.

"Sedangkan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di posisi kedua. Bisnis e-commerce, pusat data, dan logistik juga dinilai memiliki daya ungkit positif terhadap pertumbuhan properti tahun depan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini