Share

Indonesia Jadi Salah Satu Negara yang Asetnya Tercatat, Sri Mulyani: Kita Lebih Baik

Antara, Jurnalis · Kamis 08 Desember 2022 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 320 2723090 indonesia-jadi-salah-satu-negara-yang-asetnya-tercatat-sri-mulyani-kita-lebih-baik-BXNhfE8pdP.JPG Sri Mulyani. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang melakukan pencatatan terhadap aset-asetnya dan membuat neraca keuangan negara.

Dikutip Antara, di mana pencatatan terkait lokasi, kondisi, dan nilai aset negara di Indonesia dilakukan saat pemerintah mulai mereformasi pengelolaan aset negara dengan penerbitan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan negara.

“Dahulu saya managing director di Bank Dunia, saya tahu bahwa ketika saya berpergian ke beberapa negara di dunia, tidak banyak negara di dunia yang memiliki balance sheet,” ujarnya dalam lokakarya Recycling and Management of State Assets yang dipantau di Jakarta, Kamis (8/12/2022).

 BACA JUGA:Cerita Sri Mulyani Minta Tolong ke Pak Bas soal APBN: Bantuin Kita Jelaskan ke Masyarakat

“Kita menjadi lebih baik dalam melakukan pengorganisasian aset negara kita. Sebelumnya banyak aset negara yang tidak teridentifikasi, tidak tersertifikasi, dan tidak terurus,” tambahnya.

Adapun untuk aset negara yang tidak tercatat dan terurus membuat negara mengalami kerugian karena sebagian aset menghilang atau tidak bisa menghasilkan nilai tambah secara optimal.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

“Jadi dalam sekitar 15 tahun terakhir kita sudah menanyakan pada seluruh kementerian, bahkan pemerintah daerah, untuk membentuk neraca keuangan yang baik. Salah satu syarat neraca keuangannya adalah menilai dan mengatur aset mereka, itu salah satu yang penting,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa negara di dunia telah memiliki neraca keuangan, tetapi neraca keuangannya belum terkualifikasi dengan baik.

Dia pun meminta agar aset negara di Jakarta yang akan ditinggalkan setelah pemerintah pusat pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur untuk dicatat, diidentifikasi lokasi serta kondisinya, serta dinilai agar dapat dimanfaatkan.

“Itu titik mula yang baik. Jadi setidaknya Indonesia setelah mengidentifikasi aset kita, lokasi, kondisi, dan nilainya. Dan nanti kita jadi bisa mengidentifikasi bagaimana menggunakannya secara optimal untuk memaksimalkan nilainya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini