Adapun untuk kredit properti, Haru mengatakan hingga September 2022 pertumbuhannya meningkat 7-8%.
"Kredit properti sendiri tumbuh bagaimana rata-rata mungkin sampai dengan September 7-8% cukup bagus menurut saya," katanya.
Haru mengatakan, ke depannya akan fokus pada pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sehingga taget pada tahun 2045 untuk membuat backlog dapat tercapai.
"Kita mengharapkan pada tahun 2045, mudah-mudahan arahan untuk membuat backlog 0% dapat tercapai," imbuhnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.