Lalu, dia minta agar hal-hal seperti tidak lagi terulang.
Menurutnya, jika ada yang beranggapan tidak adil atau merasa kurang lebih baik dibicarakan terlebih dahulu.
"Nah, kalau ada yg perlu diperbaiki, bukan hanyaboleh' atau dapat tapi malah harus kita perbaiki. Kita bicarakan. Dengan data, dengan bicara yg baik, dengan konteks ke-Indonesiaan. Itulah cara kita semua bernegara, Indonesia," lanjutnya.
Adapun dia mengaku menyayangkan sikap Bupati Meranti yang justru berpikir dan membuat pernyataan seperti itu.
"Yang paling menyedihkan adalah ketika berpikir pindah negeri sebelah saja. Ini jauh dari cita-cita pendiri Republik, dan jauh dari cita-cita Indonesia," pungkasnya.
Diketahui juga kalau Bupati Meranti mengancam untuk angkat senjata dan bergabung dengan Malaysia. Pernyataannya itu didasari soal rincian DBH minyak yang dianggapnya tidak adil.
Pemerintah pusat disebut mengambil banyak minyak dari Kepulauan Meranti.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.