"Untuk cabai hasilnya bagus, terus pindah ke melon, nyoba tanaman ini karena memang eksotis, dan punya nilai tinggi. Biayanya lebih murah, sekitar 25% dari biaya produksi keseluruhan," ucapnya.
Menurutnya, penggunaan teknologi IoT akan memudahkan petani khususnya petani milineal, sekaligus mampu memberikan kerja yang lebih efisien dibandingkan cara manual. Penggunaan teknologi juga memudahkan kontrol ke tanamannya, tanpa harus berlama-lama mengeceknya.
"Sistem mulai dari IoT bisa ngontrol irigasinya karena dari sektor budidaya sudah banyak mengurangi waktu kita di budidaya. Bisa dialihkan ke pasca panen, nggak terlalu lama untuk ngontrolnya. Kalau hasil yang cabai sama, cuma risiko serangan untuk hama, sama penyakitnya, bisa lebih dideteksi bisa penanganannya secepatnya," bebernya.
Di sisi lain, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Bumiaji Sejahtera Kota Batu Rakhmat Hardiyanto menjelaskan, penggunaan teknologi IoT diklaim telah berhasil meningkatkan peningkatan penjualan buah jambu kristal hingga 15 - 20%. Alhasil dengan peningkatan ini bisa memberdayakan 50 petani di sekitar Kota Batu, dengan luasan lahan jambu kristal sebanyak 11 hektar.
"Pemanfaatan teknologi meningkatkan produktivitas, bukan mensubstitusi orang. Adanya mesin teknologi sebagai operator bukan diganti, bukan, tetapi memudahkan agar yang lainnya bisa tergarap, supaya mitra petaninya tambah banyak," tutur Rakhmat Hardiyanto.