Hardi, sapaan akrabnya menambahkan, penggunaan teknologi seperti alat konveyor dengan adanya kamera tambahan berbasis internet, mampu mendeteksi tingkat ukuran dan bulatnya jambu kristal. Hal ini berimbas pada pengawasan kualitas produk yang terjaga.
"kalau nilainya di atas 85% itu masuk pada grade yang bagus, karena toko-toko yang kita suplai itu sekarang ada yang minta jambu kristal dengan tingkat kebulatannya sempurna," katanya.
Baginya, cara yang dilakukan tersebut juga termasuk mengikuti perkembangan teknologi pertanian yang ada. Dengan alat tersebut, menurutnya telah membantu dirinya untuk menyesuaikan permintaan dari pihak tempat penjualan buah yang dipasarkannya.
"Kebanyakan petani hingga saat ini mereka permasalahannya ada di pemasaran, sedangkan ketika masuk ke toko-toko ritel itu kan permintaan menyesuaikan, maka kita harus bisa beradaptasi melalui teknologi," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)