JAKARTA – Alasan mengapa pesepakbola digaji begitu tinggi.
Dikutip dari Bank of England, Rabu (21/12/2022) Teori ekonomi yaitu supply (penawaran) dan demand (permintaan) memiliki peran dalam besaran gaji pesepak bola.
Supply yang dimaksud dalam hal ini adalah jumlah pemain di liga-liga papan seperti Liga Primer Inggris. Sedangkan demand adalah jumlah tim yang ingin membeli pemain. Demikian dilansir dari berbagai sumber.
Permintaan pesepak bola bertalenta seperti Lionel Messi itu tinggi karena mempunyai peluang besar untuk memenangkan gelar. Tim yang menang nantinya akan menghasilkan uang lebih banyak.
Pemain sepak bola akan dibayar semakin tinggi karena klub berhasil menghasilkan lebih banyak uang juga. Hal ini diraih dari hak siar, sponsor, supporter, dan merchandise yang dijual.
Seperti teknologi yang semakin maju seperti siaran langsung melalui televisi (tv) dan handphone (hp) membuat olahraga sepak bola menjadi lebih populer.
Hal ini tentu menguntungkan karena jika semakin populer olahraganya maka pemainnya juga akan ikut dikaitkan.
Contoh yang paling nyata yakni hak siar Liga Inggris pada 1992-1997 senilai 200 juta poundsterling atau sekitar Rp3,792 triliun (kurs Rp18,961/GBP). Namun pada tahun 2015-2020 terdapat lonjakan ke angka lebih dari 5 miliar poundsterling atau sekitar Rp94,807 triliun.
Selain itu, pesepak bola memiliki gaji tinggi karena durasi kariernya singkat atau bisa dibilang cepat pensiun. Pemain bola yang sudah menginjak usia 30 tahun sudah dianggap tua dan tak bisa lagi produktif bermain.
(Taufik Fajar)