Program UMi juga telah berkolaborasi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan harapan UMi tidak hanya bekerja untuk pasar Indonesia, namun bisa menembus pasar dunia melalui ekspor melalui pelatihan atau coaching.
Lebih lanjut Menkeu Sri Mulyani menyampaikan bahwa baru-baru ini Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan di seluruh Indonesia melakukan branding UMKM Financing Empowerment (U-Fine) yang memberikan serangkaian kegiatan pembinaan kepada UMKM dengan tujuan utama inklusi keuangan dan mendorong debitur program pembiayaan pemerintah untuk naik kelas.
Menurut dia, banyak sekali perempuan yang terjun menjadi pelaku ekonomi tanpa dibekali dengan pengalaman, keterampilan, networking yang akan sangat bermanfaat bagi pengembangan usaha karena harus mendadak masuk dalam kegiatan ekonomi untuk mendukung perekonomian rumah tangga.
Oleh karenanya, berbagai aktivitas pemberdayaan termasuk akses kepada permodalan menjadi sangat penting.
“Di sinilah negara hadir menggunakan instrumen keuangan negara maupun melalui institusi atau lembaga-lembaga yang diberikan penugasan khusus seperti LPEI untuk mendorong ekspor, PIP Umi untuk memberikan akses kredit dan pemberdayaan coaching kepada UMKM bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang lain dan melalui dana APBN dalam bentuk subsidi bunga,” kata Sri Mulyani.
(Taufik Fajar)