Begitu pula dengan permasalahan kontainer di logistik. Dalam waktu 3 tahun itu, ada kontainer yang di Eropa, ada yang di AS, ada yang di Asia, ada di Tanjung Priok.
"Karena 3 tahun tidak ada traffic, demandnya dimana suplainya dimana, kontainernya dimana," ucap Sri.
Begitu ini semua kemudian dirangkai, sampai di pelabuhan ternyata tidak ada supir truk yang mau mengangkutnya. Karena mereka mau menyupiri kalau dibayar dengan tarif yang jauh lebih mahal.
Dia pun menirukan permintaan para supir truk pengangkut logistik itu.
"Jadi, kalau kamu mau saya keluar dari hibernasi saya, bayar saya lebih tinggi. Itu memicu inflasi dari sisi wage/upah harus dinaikkan untuk menarik orang dari kandangnya," ungkap Sri.
Fenomena ini pun yang memicu peningkatan jumlah barang, jumlah permintaan, jumlah jasa hingga kenaikan gaji. "Itu, fenomena yang to be very honest, di negara-negara maju, para policy makers taken aback. Mereka surprised dengan situasi itu," tandas Sri.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.