Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Targetkan Hasil Panen Padi Tembus 4,3 Ton Bulan Depan

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 11 Januari 2023 |08:34 WIB
Pemerintah Targetkan Hasil Panen Padi Tembus 4,3 Ton Bulan Depan
Harga beras. (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan bahwa saat ini sudah mulai masuk musim panen padi.

Hal itu dikatakan Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementan, Suwandi yang menyebut tahun ini panen diawali dari Karawang dan lanjut ke Pandeglang.

Menurut Suwandi, kemungkinan hasil panen padi hingga bulan Februari mendatang bisa menghasilkan 4,3 juta ton yang sudah berbentuk beras.

Diharapkan hasil tersebut bisa mengganjal Indonesia tidak masuk dalam krisis pangan.

 BACA JUGA:Bapanas Minta Bulog Percepat Impor Beras 200.000 Ton

"Panen ini menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa bulan depan atau bulan Februari kita memiliki 1,4 juta hektar atau kalau jadi beras sekitar 4,3 juta ton. Ini sudah luar biasa tetapi kita perlu lagi meningkatkan indeks pertanaman dengan berbagai teknologi yang ramah lingkungan dan efisien dalam pembiayaanya," ujar Swandi dalam pernyataan tertulisnya dikutip Rabu (11/1/2023).

Suwandi menambahkan yang terbaru adalah panen raya di Pandeglang, Banten yang menghasilkan 1.965 ton padi.

Panen raya di Banten dilakukan serentak di beberapa lokasi aentra seperti di Keltan Berdikari 27 hektare, Desa Margagiri 220 hektare dan Kecamatan Pagelaran 1.718 hektare dengan penggunaan varietas inpari 32 dan Rata-rata produksi mencapai 6 ton per hektare.

Menurut pandangannya produktivitas di wilayah Banten merupakan bukti bahwa kondisi beras saat ini dalam keadaan melimpah.

Karena itu dia berharap, Banten menjadi salah satu penyumbang beras terbesar di tingkat nasional

"Tahun 2022 provinsi Banten berada di peringkat ke 8 penghasil beras nasional. Saya kira ini berkat kerja keras semua pihak, baik dari pak gubernur, bupati dan para kadis yang langsung ke lapangan. Alhamdulillah beras kita melimpah karena produksi di pandeglang mencapai 6 ton per hektar," sambungnya.

Berikutnya, Suwandi berharap Provinsi Banten menambah lebih banyak angka Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu jalan bagi kemajuan usaha tani di wilayah Pandeglang.

Penggunaan KUR, menurut Suwandi bisa menjadi solusi pasti atas meningkatnya produksi.

"Tahun lalu KURnya 105 triliun dan ini naik 2-3 kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena itu saya berharap segera diakses KURnya untuk memberikan fasilitasi kepada petani yang kesulitan modal sehingga proses produksi bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement