JAKARTA - Indonesia diprediksi masih akan menerima berkah dari adanya lonjakan harga komoditas yang akan berimbas pada pendapatan negara.
Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah mengatakan, meskipun harga komoditas sedang mengalami tren penurunan, namun harganya masih berada di level yang cukup tinggi.
"Harga komoditas diperkirakan akan mulai menurun di tahun 2023, walaupun secara level masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan level tahun 2018-2019 sebelum boom harga komoditas," kata Piter kepada MPI, Sabtu (14/1/2023).
Adapun harga komoditas seperti batu bara, mineral dan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) masih bertengger di harga yang cukup tinggi meskipun terjadi sedikit penurunan di 2022.
Piter menjelaskan, dengan adanya tren penurunan harga komoditas, maka akan berdampak pada nilai ekspor Indonesia yang juga akan turut terdegradasi.
"Tetapi indonesia diyakini masih akan mengalami surplus neraca perdagangan," ujarnya.