Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Mengejutkan Dana Pensiun BUMN Bermasalah

Noviana Zahra Firdausi , Jurnalis-Minggu, 15 Januari 2023 |04:33 WIB
6 Fakta Mengejutkan Dana Pensiun BUMN Bermasalah
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan bersih-bersih dana pensiun di seluruh perusahaan pelat merah. Hal itu disebabkan karena mayoritas dana pensiun BUMN bermasalah.

Pembersihan akan dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri melalui pertemuan seluruh perusahaan BUMN dan menginvestasi audit dana pensiun.

“Minggu depan saya bersama Ketua KPK akan ketemu seluruh BUMN untuk bicara ‘ati-ati’ karena kita akan investigasi audit,” tegas Erick saat konferensi pers di kantornya.

Berikut Okezone Minggu (14/1/2023) telah merangkum fakta mengejutkan terkait dana pensiun BUMN yang bermasalah, di bawah ini.

1. Melakukan Investigasi Audit

Saat melakukan konferensi pers, Erick mengatakan akan mengawasi kinerja perusahaan BUMN di bidang asuransi dan dana pensiun seperti Asabri dan Jiwasraya. Sebab saat ini mayoritas dana pensiun di BUMN bermasalah.

2. 65% Dana Pensiun Bermasalah

Berdasarkan laporan yang diterima Erick, 65% dana pensiun di perusahaan pelat merah bermasalah. Hanya 35% saja perusahaan BUMN yang mampu mengelola dana pensiunnya dengan baik.

“Karena data saya 35% sehat, 65% ada masalah. Saya mau bersih-bersih. Jangan Asabri, Jiwasraya, eh yang ini lupa. Mumpung ada waktu,” tukasnya.

3. Dana Pensiun BUMN Sangat Rawan

Dia mengakui pengelolaan dana pensiun BUMN rawan diselewengkan. Karena itu, dapen BUMN perlu diawasi, dapat dikelola secara transparan dan profesional.

Erick sendiri sudah mengumpulkan 41 Direksi dari lembaga dana pensiun BUMN, pada Rabu, 11 Januari 2023 malam. Dalam forum tersebut dia mengingatkan agar Direksi mewarisi kebaikan dan bukan masalah.

Mantan Presiden Inter Milan itu mengingatkan dana pensiun BUMN tidak dapat lagi dikelola seperti dulu yang cenderung tidak transparan, akuntabel dan sering bocor.

"Track record-nya sudah ada. Ada aset yang hilang, investasi yang dimainkan ada dana yang dikorupsi. Sekarang saya bekerjasama dengan BPKP untuk menyusun blacklist, siapa saja direksi yang korup, akan masuk daftar ini," kata dia. 

4. Masalah Utama Dapen

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap dana pensiun BUMN rawan korupsi. Dia membeberkan tiga masalah utama dana pensiun (dapen) BUMN. Ketiganya adalah aset yang hilang, investasi yang dimainkan, dan anggaran yang korupsi.

 5. Dapen BUMN terus diperbaiki

Dia memastikan perbaikan ekosistem dapen BUMN terus diperbaiki. Salah satunya dengan menggodok penerapan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

 6. Dikawal Erick Thohir

Erick mengaku terus mengawal dapen BUMN dengan melakukan 'bersih-bersih' terhadap tindak pidana korupsi atau hal-hal yang melanggar hukum. Upaya ini dilakukan hingga periodisasi atau kepemimpinannya di Kementerian BUMN berakhir.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement