Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Fakta Menarik Neraca Perdagangan 2022 Cetak Sejarah

Noviana Zahra Firdausi , Jurnalis-Sabtu, 21 Januari 2023 |05:35 WIB
8 Fakta Menarik Neraca Perdagangan 2022 Cetak Sejarah
Neraca Dagang (Foto: Okezone)
A
A
A

Selain itu, ekspor produk manufaktur, seperti mesin dan perlengkapan elektrik, serta pulp dari kayu, juga tercatat meningkat. Berdasarkan negara tujuan, ekspor non migas ke China, Amerika Serikat, dan India tetap tinggi dan menjadi kontributor utama terhadap total ekspor Indonesia.

3. Nilai Ekspor Indonesia

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Desember 2022 mencapai USD291,98 miliar atau naik 26,07% dibanding periode yang sama pada tahun 2021. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai USD275,96 miliar atau naik 25,80%.

"Berdasarkan sektor, pada periode Januari hingga Desember 2022, ekspor hasil tambang dan lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 71,22%, diikuti kenaikan ekspor nonmigas hasil industri pengolahan 16,45% dan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan 10,52%," ungkap Febrio.

4. Penurunan Terbesar Ekspor Non-migas

Ekspor nonmigas bulan Desember 2022 mencapai USD22,35 miliar, naik 4,99% (yoy) atau turun 2,73% (mtm). Penurunan terbesar ekspor nonmigas di bulan Desember 2022 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar USD483,1 juta (9,44%), sedangkan peningkatan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada nikel dan produk olahannya sebesar USD220,0 juta (41,50%).

5. Impor Bulan Desember 2022

Impor bulan Desember 2022 tercatat sebesar USD19,94 miliar atau naik 5,16% dibandingkan periode bulan November 2022 yang tercatat sebesar USD18,96 miliar. Kenaikan ini seiring peningkatan PMI manufaktur Indonesia yang masih ekspansif, dimana di Desember 2022 angka indeksnya mencapai 50,9.

"Komoditas utama impor Indonesia selama tahun 2022 masih didominasi oleh impor bahan baku/penolong dan barang modal seperti mesin dan peralatan mekanis, mesin dan peralatan elektrik, kendaraan dan bagiannya. Hal ini menunjukkan ekonomi domestik masih dalam tren pemulihan," paparnya.

6. Pemerintah Waspada Permintaan Ekspor

Ke depannya, pemerintah akan mewaspadai risiko penurunan permintaan ekspor dari negara mitra utama dagang yakni Amerika Serikat, China, Uni Eropa, dan Jepang seiring menurunnya indeks PMI manufaktur negara-negara tersebut. "Di sisi lain, pemerintah secara paralel juga terus mengembangkan ekspor ke negara lain seperti India dan negara-negara ASEAN," tandasnya.

7. Negara Penyumbang Surplus Terbesar

Negara yang menjadi penyumbang surplus terbesar yakni Amerika Serikat dengan nilai sebesar USD1,11 miliar, diikuti India sebesar USD0,98 miliar, dan Filipina sebesar USD0,87 miliar.

8. Produk Utama Ekspor Non-migas Alami Peningkatan

Produk tersebut diantaranya timah dan barang daripadanya (HS 80) yang naik 61,35%, nikel dan barang daripadanya (HS 75) yang naik 41,50%, serta serat stapel buatan (HS 55) yang naik 24,45% MoM. Peningkatan ekspor timah dan nikel dipicu oleh peningkatan harga timah dan nikel pada Desember 2022 masing-masing sebesar 13,76% dan 13,24% MoM.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement