Share

Harga Minyak Dunia Mixed, WTI Dibanderol USD81,6/Barel

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 320 2751693 harga-minyak-dunia-mixed-wti-dibanderol-usd81-6-barel-XvLS1hRU6b.jpg Harga minyak dunia mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak dunia hari ini bergerak mixed atau dua arah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak mixed setelah investor menguangkan dari lompatan ke level tertinggi tujuh minggu di tengah optimisme tentang kemungkinan pemulihan permintaan importir minyak utama China saat ekonomi pulih tahun ini dari penguncian pandemi.

Dilansir dari Antara, Selasa (24/1/2023), harga Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret menetap 56 sen lebih tinggi pada USD88,19 per barel, setelah mencapai puncak sesi USD89,09 per barel, tertinggi sejak 1 Desember.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup 2 sen lebih rendah pada 81,62 dolar AS per barel, mundur dari puncak sesi di USD82,64 per barel, tertinggi sejak 5 Desember.

Harga mundur pada akhir sesi karena investor mengambil keuntungan, kata Phil Flynn, analis Price Futures Group. Tetap saja, pasar ingin mempertahankan posisi long jika pertumbuhan China berlanjut, kata Sukrit Vijayakar, direktur konsultan energi Trifecta yang berbasis di Mumbai.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Data menunjukkan peningkatan yang kuat dalam perjalanan di China setelah pembatasan COVID-19 dilonggarkan, analis komoditas ANZ mengatakan dalam sebuah catatan, menunjukkan bahwa kemacetan lalu lintas jalan di 15 kota utama negara itu sejauh bulan ini naik 22% dari setahun lalu.

Harga minyak mentah di sebagian besar pasar fisik dunia telah memulai tahun ini dengan reli, karena China telah menunjukkan tanda-tanda pembelian lebih banyak dan pedagang khawatir sanksi terhadap Rusia dapat memperketat pasokan.

"Sementara pembukaan kembali (China) itu sendiri tidak diragukan lagi akan menjadi rumit, terutama selama musim liburan, indikasi awal menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas, yang berarti ekonomi dapat bekerja lebih baik," kata analis OANDA, Craig Erlam.

Brent diperkirakan akan bergerak kembali ke kisaran antara USD90 hingga USD100, karena pasar minyak semakin ketat, kata Erlam.

Koalisi Uni Eropa dan Kelompok Tujuh (G7) akan membatasi harga produk olahan Rusia mulai 5 Februari, selain batasan harga minyak mentah Rusia yang berlaku sejak Desember dan embargo Uni Eropa atas impor minyak mentah Rusia melalui laut.

G7 telah setuju untuk menunda peninjauan tingkat batas harga minyak Rusia hingga Maret, sebulan lebih lambat dari yang direncanakan, untuk memberikan waktu untuk menilai dampak dari batas harga produk minyak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini