Share

RI Negosiasi dengan Vale soal Kendaraan Listrik, Begini Kata Erick Thohir

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 320 2751884 ri-negosiasi-dengan-vale-soal-kendaraan-listrik-begini-kata-erick-thohir-6jYAMWX2Aw.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) Battery.

Sejumlah produsen pertembangan asing pun menjadi target strategic partnership atau kemitraan dari pemerintah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengaku pemerintah tengah melakukan negosiasi dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), produsen pertambangan nikel laterit yang mayoritas sahamnya dikendalikan oleh Vale S.A. dan Vale Canada Limited.

Terkait poin negosiasi, Erick belum banyak bicara.

Dia hanya menekan pemerintah akan menggaet perusahaan multinasional strategis untuk memperkuat ekosistem atau hilirisasi pertambagan untuk mendukung industri EV Battery di dalam negeri.

"Karena itu kita dorong, sejak awal ekosistem. Contoh, kita bicara di nikel, kita punya MIND ID, ini kalau bangun tidur serem, punya 51% saham Freeport, kita lagi negosiasi dengan Vale, kita punya bauksit, kita punya ini itu, tapi kemarin tersebar, sekarang kita konsolidasi," ungkap Erick, Selasa (24/1/2023).

Pada Agustus 2022 lalu, manajemen Vale Indonesia mengaku belum memulai negosiasi perpanjangan konsesi kontrak karya menjadi izin usaha pertambangan Khusus (IUPK) dengan pemerintah.

Kontrak karya emiten berkode INCO itu berakhir pada 28 Desember 2025.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Di luar Vale, Erick mengaku dirinya bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, terus mengejar target menggaet investor asing.

"Dan ketika Bapak Presiden meminta kita membuat ekosistem, kita dari awal sudah bilang sama Pak Luhut, sama Pak Bahlil, ayo kita kunci ini asing. Kenapa? jangan market mobil kita yang besar, ya tapi pabriknya di Thailand, padahal nikelnya dari kita," ucap dia.

Saat ini sudah ada beberapa investor asing yang ikut bergabung membangun pabrik EV Battery di Indonesia. Dua di antaranya adalah CATL dan LG.

Adapun total investasi yang digelontorkan untuk pembangunan pabrik komponen baterai kendaraan listrik ini mencapai Rp142 triliun. Pabrik itu dibangun di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.

"Karena itu kita take and give dari awal. Kita pras, kita negosiasi hampir 1 tahun lebih, 1,5 tahun, akhirnya mereka tanda tangan, mereka bisa masuk ke tambang kita, fifty-one kita, tapi di hilirisasi kita punya 30 persen. Ini yang kita dorong dan kita maen sama global players CATL dan LG," tutur Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini