Share

Optimistis RI Jadi Pusat Vaksin Dunia, Erick Thohir: Ini Kita Dorong

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 320 2751979 optimistis-ri-jadi-pusat-vaksin-dunia-erick-thohir-ini-kita-dorong-N6Tr92ZMw5.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong Indonesia menjadi Hub Vaksin dunia.

Baru-baru ini, dia berkunjung ke Inggris untuk menandatangani kerja sama dengan ProFactor Pharma, untuk menjadikan Indonesia sebagai Hub Vaksin dunia.

"Yang kita tanda tangani itu untuk hemofilia, perubahan DNA darah, yang selama ini belum ada vaksinnya. Nah, itu kita tarik ke Indonesia," ujar Erick, Selasa (24/1/2023).

Dia memastikan ProFactor Pharma dan PT Bio Farma (Persero) akan memproduksi vaksin hemofilia dalam jumlah banyak untuk kebutuhan kesehatan masyarakat dunia.

Erick mencatat, Indonesia memiliki lisensi dan sudah memiliki teknologi pembuatan vaksin tersebut.

"Ini yang kita coba dorong ke depan bagaimana kita kembangkan vaksin-vaksin lain," ucapnya.

Selain itu, kata Erick, pihaknya di BUMN juga mendorong bagaimana herbal medicine dikembangkan seperti yang sudah dimulai di India dan China.

 

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Kalau ini bisa kita dorong, kita dapat menekan 20% bahan baku impor," tambah dia.

Mantan bos Inter Milan itu juga menggarisbawahi membaiknya kondisi perekonomian nasional tidak terlepas dari kebijakan gas dan rem yang diambil Presiden Jokowi (Jokowi) saat menangani pandemi Covid-19.

Gas dan rem merujuk pada istilah kendaraan bermotor. Tancap gas soal pemulihan ekonominya, rem sebentar jika kondisinya mendesak.

Sejak awal pandemi, lanjut Erick, Presiden menekankan untuk mempercepat akses terhadap vaksin. Kehadiran vaksin pada awal pandemi menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia dalam meredam lonjakan Covid-19.

"Sekarang kita sudah punya yang namanya vaksin IndoVac, buatan kita sendiri, jadi tidak impor lagi, belum lagi harga-harga produk kesehatan yang kita sudah mulai bisa membuat sendiri," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini