Share

Uang Tabungan Raib Rp320 Juta, Nasabah: Pegawai BCA Masa Kalah sama Tukang Becak

Lukman Hakim, Koran Sindo · Selasa 24 Januari 2023 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 320 2752078 uang-tabungan-raib-rp320-juta-nasabah-pegawai-bca-masa-kalah-sama-tukang-becak-qDp0OMcd6A.png BCA Digugat Nasabah yang Uangnya Diambil Tukang Becak. (Foto: Okezone.com/Freepik)

SURABAYA - Nasabah Bank BCA Muin Zachry tak menyangka uang yang ada direkeningnya hilang secepat kilat. Muin dan keluarga pun heran, bank sebesar dan sekelas BCA bisa tertipu modus seorang tukang becak yang mengaku sebagai nasabah asli pemiliki rekening tersebut.

Kuasa Hukum yang juga anak Muin Zachry, Dewi Mahdalia mengaku heran pegawai Bank BCA bisa tertipu seorang nasabah palsu yang berprofesi sebagai tukang becak.

"Pegawai Bank BCA yang sarjana, masak kalah sama tukang becak yang tidak sekolah," kata Kuasa Hukum Muin Zachry, Selasa (24/1/2023).

Baca Juga: BCA Digugat Nasabah yang Rekeningnya Dibobol Tukang Becak Rp320 Juta

Karena itu, dirinya bakal menggugat BCA secara perdata, usai uang yang dicuri oleh tukang becak tidak dikembalikan pihak bank. Pihak keluarga juga bakal menggugat teller Bank BCA cabang Jalan Indrapura secara pidana.

Pasalnya yang bersangkutan memproses penarikan uang sejumlah Rp320 juta tanpa sepengetahuan pemilik rekening yang sebenarnya. Awalnya, pihak keluarga akan melayangkan somasi. Jika tidak ada respon, maka akan dilanjukan pelaporan secara perdata untuk BCA dan pidana untuk teller BCA.

Sebelumnya, Setu berhasil menggondol uang Rp320 juta dengan cara melakukan aksi penyamaran. Aksi Setu ini dilakukan pada Jumat (5/8/2022) siang sekitar pukul 12.00 WIB silam.

Dia mencairkan tabungan milik korbannya, Bermodal peci, pakaian, dia memanipulasi tanda tangan pemilik rekening dan mengelabui teller Bank BCA di Surabaya.

Dewi mengungkapkan, ada dua terdakwa dari perkara ini. Mereka adalah Setu dan Tolchah.

Baca Juga: Penjelasan BCA Tak Kembalikan Uang Nasabah Rp345 Juta

Tolchah adalah salah satu penghuni rumah kost milik ayahnya di Jalan Semarang Surabaya. Tolchah yang mengaku bekerja sebagai sopir belum sepekan tinggal di rumah kost tersebut.

Saat hari kejadian, ayahnya sadar saat membuka dompet, kartu ATM, KTP dan buku tabungan Bank BCA juga tidak ada.

Muin pun langsung berangat ke Bank BCA dekat rumahnya. Pihak bank menginformasikan telah terjadi transaksi penarikan besar-besaran dari rekening Muin di kantor Bank BCA cabang Jalan Indrapura Surabaya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Berdasarkan informasi tersebut Muin lantas pergi ke kantor Bank BCA cabang Jalan Indrapura untuk memastikan kabar tersebut.

"Bapak kemudian melapor ke Polrestabes Surabaya," ujarnya.

Sejak kartu ATM dicuri, sampai laporan penarikan uang, hanya sekitar 15-20 menit saja. Namun, Dewi mengaku tidak tahu bagaimana Tolchah bisa mengetahui nomor PIN ATM milik ayahnya.

"Saya tidak tahu Tolchah bisa mengetahui pin ATM ayah saya," terangnya.

Kasus ini terungkap dari kesaksian teller Bank BCA Surabaya, Maharani Istono Putri saat memberi keterangan sebagai saksi dalam sidang di PN Surabaya. Putri mengaku penyamaran Setu dengan pemilik rekening, Muin hampir serupa. Pun dengan nomor pin dan KTP yang ia bawa.

"Dia (Setu) membawa buku tabungan, tahu nomor PIN dan KTP asli korban," kata Putri.

Putri sendiri mengakui kelemahannya. Sebab, dia mencermati dan memperhatikan postur tubuh Setu secara detail dan menyamakan Muin dengan Setu.

Menurutnya, wajah Setu mirip dengan Muin. Saat itu, Putri menanyakan kedatangan Setu yang hanya sendirian ke bank.

Padahal dia hendak mengambil uang ratusan juta. Mendapat pertanyaan itu, Setu lantas menjawab bahwa anaknya menunggu di mobil.

"Saat kejadian berlangsung, bank tempat saya bekerja sedang sepi. Sebab, berbarengan dengan waktu salat Jumat," ungkap Putri.

Putri mengakui bahwa dirinyalah yang memproses penarikan tunai tabungan Muin. Namun, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur. Dia menyatakan, tandatangan Setu mirip dengan tanda tangan Muin. Sebab, ia memperhatikan dan melihat langsung dalam slip penarikan yang diserahkan Setu kepadanya.

Meski begitu, Putri mengakui tak mengkroscek atau mengkonfirmasi via telepon ke Muin, selaku pemilik rekening yang diklaim Setu. Sebab, dia menganggap Setu pemilik rekeningnya.

"Saya menganggap pemiliknya sendiri yang mengambil. Ini berbeda dengan ketika yang mengambil orang lain (menggunakan pakai surat kuasa)," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini