Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PGE Tawarkan Harga Rp820-Rp945/Saham di Masa Bookbuilding IPO

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2023 |16:08 WIB
PGE Tawarkan Harga Rp820-Rp945/Saham di Masa <i>Bookbuilding</i> IPO
PGE Segera IPO di BEI. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) segera melantai di Bursa Efek Indonesia melalui Initial Public Offering (IPO). Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini pun memulai periode bookbuilding sejak kemarin hingga hari ini.

Dikutip dari IDX 1st Session Closing Market, Kamis (2/2/2023), Pertamina Geothermal memiliki rentang harga book building yang berada di Rp820-Rp945 per saham.

Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) Bidik Dana IPO Rp9,7 Triliun

Rencananya, PGE akan melepas sebanyak-banyaknya 10,35 miliar saham, yang mewakili sebanyak-banyaknya sebesar 25% dari modal ditempatkan dan disetor IPO. Sehingga, perusahaan pelat merah tersebut berpotensi meraup dana segar maksimal Rp9,78 triliun.

Adapun sekitar 85% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha sampai dengan tahun 2025.

Baca Juga: Pertamina Geothermal Energy Tawarkan Saham Perdana ke Publik

Pengembangan ini terdiri atas sekitar 55% akan digunakan untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional saat ini yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing.

Sekitar 33% akan digunakan untuk capital expenditure pengembangan kapasitas tambahan dari WKP operasional PGEO saat ini yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru.

Kemudian sekitar 12% akan digunakan oleh PGEO untuk capital expenditure pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir untuk mendukung production, operation & maintenance excellence.

Sisanya, sekitar 15% atau sebanyak-banyaknya sampai dengan USD100 juta digunakan untuk pembayaran sebagian Facilities Agreement.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement