JAKARTA - Enam perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi mengumumkan pembentukan perusahaan patungan yang akan bergerak di bidang industri beton pracetak. Di mana modal dasar usaha ini mencapai Rp340 miliar.
Keenam korporasi plat merah itu, yakni PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
"Enam perusahaan ini telah melakukan penyertaan saham dalam suatu perusahaan patungan bernama PT Karya Logistik Nusantara (KLN)," kata Sekretaris PTPP, Bakhtiyar Efendi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/2/2023).
BACA JUGA:Erick Thohir Larang BUMN Jual Saham Murah
Bakhtiyar menerangkan pendirian usaha baru ini adalah untuk menjalankan bisnis beton pracetak, termasuk perdagangan, pergudangan, dan kepelabuhanan.
Adapun KLN memiliki modal dasar usaha patungan senilai Rp340 miliar, dengan jumlah modal ditempatkan-disetor mencapai Rp85 miliar.
Untuk melengkapi modal entitas relasinya itu, PTPP melakukan setoran modal sebesar Rp15 miliar, atau setara 15% dari seluruh modal ditempatkan-disetor. Nilai yang sama juga dilakukan oleh WIKA, ADHI, dan PT Hutama Karya.
Sedangkan PT Brantas Abipraya dan PT Nindya Karya melakukan setoran modal masing-masing senilai Rp12,5 miliar, atau 12,5% dari jumlah modal ditempatkan-disetor.
"Pembentukan usaha patungan ini akan menunjuang kegiatan usaha perseroan, di mana perusahaan akan mendapatkan recurring income. Ini akan memperkuat keuangan perusahaan," tandasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)