Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekspansi Bisnis, Mitra Keluarga (MIKA) Anggarkan Belanja Modal Rp800 Miliar

Cahya Puteri Abdi Rabbi , Jurnalis-Jum'at, 10 Februari 2023 |13:15 WIB
Ekspansi Bisnis, Mitra Keluarga (MIKA) Anggarkan Belanja Modal Rp800 Miliar
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp800 miliar untuk tahun 2023.

Di mana alokasi capex ini naik dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp750 miliar.

“Dana capex akan digunakan untuk melanjutkan ekspansi bisnis di tahun ini,” demikian dikutip dari 1st Session Closing IDX Channel, Jumat (10/2/2023).

Selain untuk membangun rumah sakit baru, MIKA akan melakukan ekspansi bisnis dengan membeli dan menambah alat-alat medis bagi rumah sakit yang sudah beroperasi.

 BACA JUGA:BEI Pantau Ketat Saham Andalan Sakti (ASPI)

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta kompleksitas pada layanan rumah sakit perseroan.

Sebagai informasi, setidaknya ada tiga rumah sakit yang sedang dan akan dibangun perseroan di tahun ini. Saat ini, MIKA sedang melakukan pembangunan rumah sakit ke-30 yang berlokasi di Grand Wisata Bekasi.

Rumah sakit tersebut ditargetkan rampung pada kuartal IV 2023. Sementara itu, dua rumah sakit lainnya akan mulai dibangun pada kuartal II tahun ini.

Meski belum ada bocoran di mana lokasi rumah sakit tersebut, namun perseroan menargetkan pembangunan dua rumah sakit baru lainnya dapat rampung dan beroperasi di tahun 2024 mendatang.

Berdasarkan kinerja hingga kuartal III 2022, MIKA mencatatkan penurunan laba bersih hingga kuartal III 2022. Pengelola Rumah Sakit Mitra Keluarga ini membukukan laba sebesar Rp744,18 miliar, turun 15,69% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp882,76 miliar.

Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan juga susut 9,79% menjadi Rp3,07 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp3,40 triliun. Berdasarkan segmennya, pendapatan rawat inap tercatat sebesar Rp2,02 triliun, turun dari sebelumnya sebesar Rp2,23 triliun. Sementara itu, pendapatan rawat jalan tercatat sebesar Rp1,05 triliun, turun dari sebelumnya 1,16 triliun.

Berdasarkan wilayah geografisnya, pendapatan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat tercatat sebesar Rp2,50 triliun. Kemudian, wilayah Tegal dan Surabaya tercatat sebesar Rp564,68 miliar, dan lainnya tercatat sebesar Rp994,30 miliar. Di samping itu, perseroan juga mencatatkan eliminasi sebesar Rp994,30.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement