Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Oplos Beras Bulog, 7 Pelaku Diamankan

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Jum'at, 10 Februari 2023 |14:45 WIB
Oplos Beras Bulog, 7 Pelaku Diamankan
Beras. (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Satgas Pangan Polri berhasil mengamankan 7 pelaku tindak kejahatan pengoplosan beras impor bulog.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 350 ton beras, mesin jahit karung, bukti transfer, nota penjualan, serta buku catatan pengiriman dan distributor.

7 tersangka diamankan oleh Satgas Pangan Polda Banten, saat para pelaku ingin membawa 350 ton beras ke Timor Leste.

Penangkapan 7 tersangka sendiri terjadi di daerah Banten.

 BACA JUGA:Bulog Tak Dapat Jatah Kuota Impor Gula

Adapun penangkapan ini juga merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso alias Buwas dan Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi.

Sidak dilakukan di Gudang Beras PT Food Station di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), pada awal Februari 2023 kemarin.

"Penangkapan ini tindak lanjut dari kegiatan pengawasan penyaluran beras. Ini seperti saya lakukan di awal, distribusi beras untuk intervensi pasar karena harga beras mahal sampai Rp12.000 per kilogram (kg)," ungkap Buwas, Jumat (10/2/2023).

Dari sidak tersebut, Buwas mendatangi tiga gudang milik pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang.

Dari gudang yang didatangi, dua diantaranya diduga menjual beras oplosan, melakukan pengemasan ulang beras ukuran 50 kilogram (kg), hingga beras Bulog diecer menjadi 5 kg.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut, praktik kecurangan itu membuat harga beras tetap tinggi. Meski operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sudah dilakukan.

Dia mencatat, para pedagang menjual dengan harga Rp12.000 per kg. Kandati harga yang dilepas Bulog hanya Rp8.300 per kg.

“Maka berapapun kita gulirkan (operasi pasar) enggak ada manfaatnya, karena harga tetap tinggi. Dari Bulog beli Rp8.800, dipindah ke karung premium merek lain dijual Rp12.000. Karena dianggap ini produksi dalam negeri,” pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement