JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2023 berhasil surplus USD3,87 miliar atau setara Rp58,8 triliun. (Kurs: Rp15.203/USD).
Dari data di situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS), surplus ini berasal dari sektor nonmigas sebesar USD5,29 miliar.
Namun, terduksi oleh defisit sektor migas senilai USD1,42 miliar.
Sedangkan untuk impor Indonesia di Januari 2023 mencapai USD18,44 miliar, turun 7,15%.
BACA JUGA:Neraca Perdagangan 2022 Cetak Surplus Tertinggi dalam Sejarah
Sementara untuk ekspor Indonesia Januari 2023 mencapai USD22,31 miliar atau turun 6,36% dibanding ekspor Desember 2022.
Tercatat pula ekspor nonmigas Januari 2023 mencapai USD20,83 miliar, turun 6,84% dibanding Desember 2022, sementara itu naik 13,97% jika dibanding ekspor nonmigas Januari 2022.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut banyak negara pesaing yang takut dengan Indonesia. Pasalnya neraca perdagangan Indonesia kini terus membaik.
Erick mencatat perdagangan internasional Indonesia surplus USD51 miliar atau setara Rp761,7 triliun. Menurutnya, surplus perdagangan terjadi ketika nilai ekspor lebih tinggi dari impor.
"Surplus perdagangan kita hari ini besar sekali USD 51 miliar. Ekspor kita juga terus meningkat, ini yang ditakutkan oleh negara-negara pesaing kita," ungkap Erick, Selasa, 24 Januari 2023.
(Zuhirna Wulan Dilla)