"Kalau kita bicara Singapura, Hong Kong (NPL) cuma 1%. Kalau mengacu itu harusnya operasional cost bank di Indonesia bisa ditekan lagi," kata Mirza saat FGD OJK di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/3/2023).
Menurut Mirza, salah satu cara mengurangi kredit bermasalah adalah bank harus mempunyai informasi kredit yang baik. Misalnya dengan memanfaatkan lembaga biro kredit sehingga akan membuat kredit bank lebih baik.
"Seperti adanya Pefindo, semakin banyak informasi kreditnya diperoleh maka bank bisa dapat profil calon debitur. kalau menurut saya komponen ini harus bisa buat perbankan lebih efisien ya operasional cost," ujarnya.
Sementara untuk menyiasati tingginya operasional SDM dan kantor cabang bisa memanfaatkan digitalisasi.
"Mungkin bisa dengan menggunakan teknologi. Kalau biaya operasional bisa di bawah 2%, atau stabil 1% artinya total biaya perbankan bisa turun," ujarnya.