Sementara itu, hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan adanya kompetisi.
"Semakin banyak bank yang salurkan kredit mikro, KPR, pembiayaan maka lending rate-nya akan semakin turun. Jadi kompetisi bisa membuat leverage ini turun," tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti angka NIM bank-bank Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia.
"Tadi sebelum masuk ke sini, saya tanya ke Pak Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan), NIM-nya berapa sih? Dijawab 4,4%. Tinggi banget, ini mungkin tertinggi di dunia," ujar Jokowi.
Kendati demikian, Jokowi mengapresiasi pencapaian sektor perbankan selama 2022 di mana penyaluran kredit mampu tumbuh 11,3% dan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level 25,68%.
(Zuhirna Wulan Dilla)