JAKARTA - Bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB) pada 10 Maret berdampak pada bank-bank kecil di Amerika Serikat (AS). Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve menyampaikan bahwa dana simpanan di bank-bank kecil di AS mengalami penurunan dalam jumlah rekor menyusul tutupnya SVB.
Adapun jumlah dana simpanan di bank-bak kecil AS turun sebesar USD119 miliar (Rp1.804 triliun) menjadi USD5,46 triliun (Rp82.806 triliun) pada pekan 15 Maret.
Angka itu lebih dari dua kali lipat penurunan simpanan dalam jumlah rekor sebelumnya dan penurunan terbesar dalam persentase dari keseluruhan simpanan pada pekan yang berakhir 16 Maret 2007.
The Fed juga menunjukkan, pinjaman bank-bank kecil meningkat sebesar USD253 miliar menjadi USD669,6 miliar. Bank-bank kecil di AS adalah bank-bank yang tidak termasuk 25 bank komersial terbesar di sana.
“Alhasil, bank-bank kecil menyimpan USD97 miliar lebih banyak uang tunai pada akhir pekan. Hal itu mengindikasikan bahwa sebagian simpanan untuk menumpuk pundi-pundi sebagai langkah pencegahan jika para nasabah ingin menarik uang mereka,” kata Analis Capital Economics, Paul Ashworth, dikutip dari VOA Indonesia, Minggu (26/3/2023).
SVB kolaps setelah bank itu tidak mampu menangani penarikan dana yang cepat dan masif oleh para nasabah. Para nasabah menarik puluhan miliar dollar hanya dalam beberapa jam.
Dana simpanan di bank-bank besar AS naik sebesar $67 miliar menjadi $10,74 triliun pada pekan yang sama, menurut data the Fed.