Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perajin Keripik Tempe Untung Besar saat Ramadhan, Kantong Auto Tebal

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 02 April 2023 |18:01 WIB
Perajin Keripik Tempe Untung Besar saat Ramadhan, Kantong Auto Tebal
Perajin tempe. (Foto: MPI)
A
A
A

Ulfa menambahkan, di Ramadhan tahun 2023 ini pesanan mulai berdatangan dari beberapa reseller di Malang raya, Surabaya, Jakarta, Denpasar, Jember hingga Probolinggo.

Bahkan banyaknya pesanan membuat pihaknya berencana menutup pesanan dua pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Kita nanti dua minggu sebelum lebaran sudah tutup order dari reseller. Ini sudah banyak yang datang ordernya, biasanya ketika lebaran meningkat, untuk oleh-oleh ketika mudik banyak yang order," katanya.

Berbeda dengan dapur produksinya, Ulfa menambahkan untuk di toko keripik tempe Rohani hanya akan tutup saat hari H Lebaran saja, dan di hari kedua sudah buka kembali.

"Untuk tutup produksi di Kota Malang sendiri akan dilakukan H-2 Lebaran dan libur seminggu ke depan,” tegas Ulfa.

Dari sekian banyak varian rasa keripik tempe Rohani, yakni 18 varian, Ulfa menyebutkan yang paling digemari pelanggan adalah varian rasa original, kedua pedas manis, ketiga barbeku, kemudian keju dan balado.

"Kami juga sudah siapkan paket kemasan kardus, mulai isi lima hingga isi sepuluh dengan harga mulai Rp42.500, hingga Rp120.000, dan ternyata konsumen lebih suka,” jelasnya.

Di keripik tempe Rohani sendiri, proses pembuatan keripik tempe dilakukan oleh enam orang di bagian penggorengan, tiga orang di toko Sanan, dan lima orang bagian pengemasan.

"Ya syukur kita bisa memberdayakan sekitar pekerja dari masyarakat sekitar sini," katanya.

Kini kendati mengalami peningkatan pesanan, kenaikan harga minyak goreng menjadi tantangan tersendiri baginya. Tetapi pihaknya berkomitmen belum menaikan harga jual keripik tempe. Sebab harga keripik tempe Rohani sudah menyesuaikan dengan kenaikan harga minyak goreng dan kedelai di tahun 2022 lalu.

"Harga keripik tempe Rohani mulai Rp8.500 sampai Rp15.000 per bungkusnya. Kita tidak menaikkan harga karena sudah menyesuaikan kenaikan harga minyak dan kedelai di 2022 lalu," ungkapnya.

Menjaga kualitas produksi dan kepercayaan pelanggan membuat keripik tempe Rohani ini mampu bertahan sejak tahun Juni 1988.

Keripik tempe yang dirintis oleh kedua orang tuanya bernama M. Rochani dan Lilik Suprapti, masih eksis bahkan menjadi salah satu UMKM unggulan di Kota Malang.

"Selain pembelian di toko dan reseller, juga melalui e-commerce datang dari berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, dan Amerika Serikat," tukasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement