Di samping itu, OJK senantiasa melakukan langkah antisipatif terhadap berbagai dinamika yang dapat berimplikasi terhadap perbankan Indonesia serta memperkuat koordinasi antar otoritas dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dalam hal mempertimbangkan fluktuasi pasar keuangan global yang berpotensi masih akan berkelanjutan, kata Mirza, OJK turut memonitor erat kecukupan likuiditas perbankan khususnya ketersediaan dan komposisi portofolio surat berharga yang tergolong sebagai alat likuid berkualitas tinggi atau High Quality Liquid Asset (HQLA).
Adapun, kredit perbankan pada Februari 2023 tumbuh sebesar 10,64% secara tahunan atau year on year menjadi Rp6.375,3 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 13,01% secara tahunan.
Secara month to month, nominal kredit perbankan Februari 2023 meningkat 1,02% atau sebesar Rp64,44 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Februari 2023 tercatat tumbuh sebesar 8,18% secara tahunan menjadi Rp7.989 triliun, dengan giro dan deposito sebagai main driver. Pada periode yang sama, DPK Januari 2023 tumbuh 0,44% atau naik Rp34,89 triliun. Dian menyebut, komposisi DPK didominasi oleh dana murah atau current account and saving account (CASA) yang relatif stabil dan tidak terlalu terpengaruh terhadap pergerakan suku bunga.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.