Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ifishdeco (IFSH) Raup Laba Rp199,1 Miliar di 2022, Naik 17,5%

Cahya Puteri Abdi Rabbi , Jurnalis-Kamis, 13 April 2023 |11:22 WIB
Ifishdeco (IFSH) Raup Laba Rp199,1 Miliar di 2022, Naik 17,5%
Saham IFSH (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Ifishdeco Tbk (IFSH) membukukan laba bersih sebesar Rp199,18 miliar pada 2022 lalu. Angka itu tumbuh 17,50% dari tahun 2021 yang sebesar Rp169,51 miliar.

Sejalan dengan laba, penjualan perseroan juga naik 3,61% menjadi Rp939,03 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp906,25 miliar. Pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang tahun lalu ditopang oleh meningkatnya permintaan kebutuhan pabrik smelter seiring dengan adanya ekspansi smelter dalam negeri, serta didukung oleh kenaikan Harga Patokan Mineral (HPM) di Indonesia berdasarkan ketetapan pemerintah Indonesia sepanjang tahun 2022.

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan IFSH susut menjadi Rp380,12 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp478,24 miliar. Sementara itu, beban penjualan perseroan tercatat sebesar Rp312,04 miliar, serta beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp88,21 miliar.

Total nilai aset IFSH per Desember 2022 lalu tercatat sebesar Rp1,09 triliun, naik dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp1 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp313,20 miliar dan ekuitas sebesar Rp777,99 miliar.

Untuk tahun 2023 ini, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp1,42 triliun dengan kuantitas penjualan sebanyak 2,20 juta metrik ton. Guna mencapai target tersebut, perseroan akan menjalankan sejumlah strategi antara lain menerapkan pertambangan selective mining dengan metode pertambangan terbuka atau open pit yang menghasilkan bijih nikel kadar tinggi dan rendah, untuk disesuaikan dengan permintaan pasar, serta kualitas dan struktur geologi.

Selain itu, perseroan juga akan berfokus pada pemenuhan permintaan buyer, baik spesifikasi maupun kuantitas, dengan berpegang pada Praktik Penambangan yang Baik atau Good Mining Practice dan Standard Operating Procedure sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Lebih lanjut, perseroan juga akan memanfaatkan cadangan secara optimal (cadangan marginal), di mana cadangan yang tidak memiliki nilai ekonomis menjadi memiliki nilai ekonomis, serta melakukan penambahan alat berat dan perbaikan infrastruktur.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement