JAKARTA - PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) tak lagi rugi dan membukukan laba pada 2022 lalu. Pengelola gerai California Fried Chicken (CFC) ini berhasil mengantongi laba sebesar Rp8,71 miliar. Raihan ini berbalik dari periode dari tahun 2021, di mana perseroan merugi Rp17,60 miliar.
Sejalan dengan raihan laba, pendapatan usaha perseroan juga naik 31,34% menjadi Rp555,68 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp423,06 miliar. Pendapatan gerai CFC mendominasi dengan berkontribusi sebesar Rp508,99 miliar, dari sebelumnya Rp393,22 miliar.
Kemudian, pendapatan dari gerai Sapo Oriental tercatat sebesar Rp17,76 miliar, gerai Sugakiya mencatatkan pendapatan sebesar Rp16,81 miliar, Cal Donat sebesar Rp10,09 miliar serta pendapatan dari royalti dan franchise fee sebesar Rp2,01 miliar.
Di sisi lain, beban pokok penjualan PTSP naik menjadi Rp218,43 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp171,10 miliar. Sementara itu, beban penjualan tercatat sebesar Rp242,98 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp76,07 miliar, dan beban lainnya sebesar Rp9,16 miliar.
Hingga akhir Desember 2022, total nilai aset PTSP tercatat sebesar Rp291,72 miliar, turun 9,73% dari akhir tahun 2021 yang sebesar Rp323,19 miliar. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp156,64 miliar dan ekuitas sebesar Rp135,07 miliar.
Dalam mengembangkan usahanya sepanjang tahun lalu, perseroan terus mencermati situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, utamanya dalam mengambil keputusan untuk membuka gerai baru. Hal itu bertujuan agar perseroan lebih berhati-hati mencari lokasi untuk membuka gerai baru.
Selain itu, strategi yang juga dijalankan perseroan yakni, tetap fokus pada produk makanan berkualitas dengan harga yang terjangkau. PTSP juga tengah berfokus pada citra rasa selera nusantara.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.