JAKARTA – Laba PT Phapros Tbk (PEHA) mengalami penurunan 15,9% menjadi Rp4,70 miliar di tiga bulan pertama tahun 2023. Laba PEHA turun 15,91% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,59 miliar.
Di samping itu, penjualan emiten farmasi ini juga susut 3,07% menjadi Rp260,97 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp269,25 miliar. Berdasarkan produknya, segmen produk obat resep bermerek atau etikal mencatatkan penjualan sebesar Rp76,88 miliar.
“Kontribusi terbesar disumbangkan oleh produk Dextamine yang tumbuh lebih dari 60% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, dan produk Pehacain Injeksi tumbuh lebih dari 37%,” kata Direktur Utama PEHA, Hadi Kardoko dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (2/5/2023).
Selanjutnya, segmen produk obat generik berlogo (OGB) mencatatkan penjualan sebesar Rp144,80 miliar, produk tablet tambah darah dan Omeprazole merupakan kontributor pertumbuhan dari segmen ini.
Penjualan produk over the counter (OTC) atau obat-obatan yang bisa dibeli tanpa resep dokter tercatat sebesar Rp34,04 miliar, serta segmen toll-in mencatatkan penjualan sebesar Rp5,23 miliar.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan PEHA di kuartal I 2023 tercatat sebesar Rp126,55 miliar, turun dari sebelumnya sebesar Rp133,81 miliar. Sementara itu, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp115,85 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp117,15 miliar.