Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Erick Thohir Bakal Pecat Dirut Berdikari Buntut Pistol Meletus di Bandara

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Jum'at, 05 Mei 2023 |17:41 WIB
Erick Thohir Bakal Pecat Dirut Berdikari Buntut Pistol Meletus di Bandara
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Investigasi perkara pistol kaliber 32 battle army milik Direktur Utama PT Berdikari, Harry Warganegara masih berlangsung.

Proses investigasi ini untuk mengetahui maksud dan tujuan kepemilikan senjata api tersebut.

 BACA JUGA:

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memastikan akan memecat Harry Warganegara sebagai orang nomor satu di jajaran struktural BUMN Berdikari, jika terbukti salah.

Poin kesalahan merujuk pada maksud dan tujuan Harry menggunakan senjata api.

Jika pistol kaliber 32 battle army yang dibawah dan hanya menakuti masyarakat saja, maka dia akan dipecat.

 BACA JUGA:

"Jika terbukti bawa senjata buat nakutin publik, itu selesai lah (dipecat)," ujar Erick dalam Special Dialogue, IDX Channel, dikutip Jumat (5/5/2023).

Kepemilikan senjata api tersebut menjadi sorotan setelah meletus di Bandara Sultan Hasanudin, Makassar, pada 17 April 2023 lalu.

Saat itu Harry sedang melakukan perjalanan dinas alias memantau pasokan pangan di Sulawesi Selatan.

Erick menyayangkan sikap Harry karena membawa senjata api saat melakukan kunjungan kerja ke daerah. Menurutnya, tindakan itu tidak perlu dilakukan oleh seorang petinggi BUMN.

Sikap itu juga bertolak belakang dengan filosofi BUMN yakni AKHLAK. Di mana, perusahaan negara harus mengutamakan pelayanan publik.

"Menterinya saja tidak bawa senjata, fungsinya apa? apakah ini menakut-nakuti, saya pikir tidak perlu lah. Kita ini dengan filosofi AKHLAK di BUMN itukan melayani, konsepnya sekarang kita melayani, bukan dengan menutup dan arogansi," ucapnya.

BUMN, lanjut Erick, harus memposisikan diri sebagai pelayan publik. Selain, menjadi perusahaan milik negara yang bisa memberi keuntungan bagi negara.

"Kita bekerja keras buat negara karena hasilnya, keuntungannya diberikan ke negara, tapi pelayanan semuanya ke publik," tutur Erick.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement