“Market bunker masih sangat terbuka untuk Pertamina Group dalam meningkatkan market share di pasar bunker internasional. Dengan tetap mengedepankan Pertamina First, KPI dan PPN sepakat bersinergi untuk joint marketing penjualan bunker ocean going, di mana KPI bertindak sebagai produsen dan penjual bahan bakar bunker ke konsumen dan PPN sebagai marketing arm, storage dan handling agent,” jelas Sani.
Kolaborasi antar Sub Holding Pertamina ini dituangkan dalam penandatanganan kerja sama antara kedua belah pihak, pada Kamis (11/5/2023). Untuk tahap awal, kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Kilang Pertamina Internasional ini akan dilakukan di 3 Port utama di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya dan Balikpapan.
Selanjutnya akan dikembangkan juga untuk produk LSMGO (Low Sulfur Marine Gas Oil) di Port lain di antaranya di Bali, Merak, Nipah dan Ambon.
(Taufik Fajar)