JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) bakal membuka pasar ekspor emas ke India untuk mendorong pertumbuhan penjualan. Aksi korporasi ini dilakukan emiten penjual dan produsen perhiasan emas setelah menyepakati kerjasama untuk ekspor perhiasan emas dengan salah satu pelaku bisnis emas asal India, Bright Metal Refiners (Bright Gold).
Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto menjelaskan, pasar ekspor di India terbuka lebar karena negara tersebut memiliki budaya yang kental dengan perhiasan emas. Terlebih konsumsi emas per kapita di India mencapai 0,55 gram dengan total permintaan emas secara nasional mencapai 774 ton pada 2022. Namun, produksi emas di India tidak bisa memenuhi permintaan dalam negeri.
"Oleh sebab itu, kami melihat adanya potensi dari timpangnya demand dan supply yang bisa dipenuhi oleh pemain industri emas di Indonesia, salah satunya HRTA yang dapat menangkap kesempatan ini," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (22/5/2023).
Asal tahu saja, Bright Gold merupakan perusahaan refinery emas dan juga perak yang berlokasi di New Delhi, India dan telah bersertifikasi NABL (National Accreditation Board for Testing and Calibration Laboratory) dan BIS (Bureau of Indian Standards) yang memurnikan dan mendaur ulang logam mulia.
HRTA ditargetkan mendapatkan tambahan penjualan sekitar 2 ton emas dari ekspor perhiasan emas berkadar 91,6% kepada Bright Gold selama dua bulan dimulai dari Mei 2023 dan dapat diperpanjang. Nilai komersial atas transaksi ekspor perhiasan emas diestimasikan berkontribusi sebesar USD123,66 juta atau setara dengan Rp1,82 triliun terhadap pendapatan konsolidasian perseroan.
Disampaikan Sandra, kerjasama ini merupakan kelanjutan pencapaian kinerja ekspor yang sebelumnya telah dilakukan dengan Kundan Group, yang membuktikan kepercayaan dari para partner ekspor atas kualitas produk perhiasan emas yang dihasilkan oleh perseroan.
Lebih lanjut Sandra menekankan bahwa HRTA berkomitmen untuk terus mendukung program hilirisasi pemerintah dalam rangka meningkatkan nilai tambah perhiasan emas melalui ekspor yang pada akhirnya ikut berkontribusi positif bagi penopang devisa Indonesia terutama dari industri emas.
Peningkatan kontribusi ekspor dari Bright Gold lebih tinggi dibandingkan dengan partner dari India sebelumnya yang ditargetkan dapat berkontribusi sebanyak 400 – 500 kg perhiasan emas per-bulan.
"Kami optimistis bahwa aktivitas ekspor dapat semakin mendorong pertumbuhan bisnis HRTA di 2023. Kami terbuka untuk peluang kerjasama dengan partner – partner ekspor dari mancanegara ke depannya," lanjutnya.
Seiring dengan peningkatan kontribusi ekspor perhiasan, Sandra melihat pendorong pertumbuhan bisnis perseroan juga berasal dari implikasi positif di dalam negeri yang didukung oleh insentif pemerintah atas pembebasan PPh bagi pembeli akhir bagi pembeli emas batangan dan penurunan PPn untuk perhiasan emas. Dukungan aktif dari pemerintah berdampak positif bagi bisnis perseroan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.