Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai Dampingi Jokowi, Luhut ke China Cari Investor untuk Indonesia

Heri Purnomo , Jurnalis-Senin, 22 Mei 2023 |15:27 WIB
Usai Dampingi Jokowi, Luhut ke China Cari Investor untuk Indonesia
Luhut Binsar Pandjaitan ke China. (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke China usai mendapi mendampingi Presiden Joko Widodo pada gelaran G7 di Hiroshima, Jepang beberapa hari yang lalu.

Luhut mengatakan bahwa kunjungan tersebut lantaran dirinya melihat dan mengetahui profil perusahaan-perusahaan China yang akan berinvestasi di Indonesia.

 BACA JUGA:

"Saya ingin menyaksikan sendiri bagaimana seluk beluk perusahaan-perusahaan Tiongkok yang punya cabang di Indonesia dan mereka hendak berinvestasi di sini," katanya dalam keterangan instagram pribadinya @luhut.panjdaitan, Senin (22/5/2023).

Salah satu perusahaan yang dikunjunginya yakni perusahaan kimia global ternama yaitu Wanhua Chemical yang berjarak 731 kilometer dari Ibukota Beijing.

 BACA JUGA:

Di mana perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1998 dan sejak saat itu telah berkembang menjadi salah satu produsen isosianat terbesar di dunia.

Isosianat adalah bahan kimia yang digunakan dalam produksi poliuretan, salah satu jenis plastik yang digunakan dalam berbagai produk, mulai dari busa furniture, pelapis otomotif, hingga pesawat terbang.

 

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Wanhua Chemical telah melakukan ekspansi ke luar China dan sekarang sudah beroperasi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Hungaria.

"Satu minggu sebelumnya, mereka mengirim perwakilannya ke Indonesia dan hari ini saya datang kembali untuk meyakinkan dan mengajak mereka agar segera masuk dan berinvestasi di Indonesia," katanya.

Hal tersebut juga dilakukanakukan Luhut kepada Walsin Lihwa Corporation, perusahaan multinasional yang beroperasi dalam bidang produksi baja nirkarat, tembaga, dan kabel listrik.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1966 dan sejak saat itu telah berkembang menjadi salah satu produsen utama dalam bidangnya.

Luhut mengatakan bahwa saat ini Walsin sudah membangun pabrik pengolahan Stainless Steel dan Nickel Matte di Kawasan Industri Morowali dan Wedabay.

"Dan saya akan terus merayu mereka untuk kembali melipatgandakan investasinya di Indonesia. Karena kedua perusahaan ini aktif dalam research & development yang berfokus pada peningkatan efisiensi produksi dan pengembangan produk baru, saya yakin mereka akan tertarik dengan penawaran yang kami berikan," katanya.

Luhut berharap perjalanan panjang dirinya ke Tiongkok akan menghasilkan multiplier effect bagi masyarakat Indonesia terutama dalam hal transfer teknologi.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement