JAKARTA - PT Bank KB Bukopin Tbk berkomitmen untuk terus meningkatkan penguatan sistem pengamanan di tengah maraknya ancaman serangan siber seperti ransomware pada sektor perbankan.
Berbagai inovasi pengamanan layanan digital dihadirkan untuk memastikan nasabah KB Bukopin merasa aman saat bertransaksi perbankan pada channel digital, serta menghindari risiko serangan siber dan kebocoran data.
Di antaranya dengan standar keamanan berlapis dan penerapan manajemen risiko. KB Bukopin terus memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya menjaga kerahasiaan 3 faktor otentifikasi yang dimiliki oleh Nasabah.
Pertama something you know (PIN atau password), kedua something you have (perangkat smartphone) dan kartu debit serta kartu kredit, dan ketiga something you are (sidik jari, suara dan biometric). Kelengahan Nasabah atas 3 faktor otentifikasi inilah yang paling rentan untuk disasar oleh pelaku kejahatan siber, sehingga KB Bukopin berkomitmen untuk memberikan edukasi agar nasabah menjaga kerahasiaan otentifikasi tersebut.
BACA JUGA:
KB Bukopin juga menerapkan beberapa proses pengamanan yang mengacu ISO 27001 untuk penerapan standarisasi sistem manajemen keamanan informasi. Demi memastikan keamanan siber KB Bukopin, aset-aset digital KB Bukopin terus dipantau penuh setiap hari selama 7x24 jam melalui Security Operations Center (SOC), agar terhindar dari risiko serangan siber dan kebocoran data.
Seluruh strategi dan standar keamanan tersebut dimutakhirkan dan dievaluasi secara berkesinambungan sesuai dengan risiko keamanan siber yang berkembang.